untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.” (Kisah Para Rasul 9:13,15,16 TB)
Seorang
anak muda yang berasal dari keluarga yang berkecukupan memiliki karakter yang
sombong dan angkuh karena ia merasa orangtuanya mampu memberikan apa
yang ia perlukan, ia tidak pernah merasa bahwa
hidupnya akan mendapat banyak masalah. Tiba-tiba keluarga ini mengalami keadaan ekonomi yang sangat
sulit dan situasi keluarga mereka pun berubah menjadi semakin kacau.
Anak muda ini mengalami ketakutan, stres, depresi, kesepian. Intervensi Ilahi
terjadi dalam hidupnya, Tuhan hadir menjamah anak muda ini hingga dia
menerima Yesus secara pribadi dan kehidupannya berubah
menjadi memiliki tujuan dan arti.
Intervensi Ilahi seringkali
terjadi dalam hidup kita, sama seperti yang dialami oleh Paulus, dari seorang
pembunuh menjadi pemberita Injil yang menyelamatkan ribuan orang dengan sebuah perjumpaan
dengan Allah di tengah-tengah sebuah masa dalam hidupnya.
Apakah Anda pernah mengalami
hal itu dalam hidup Anda? Sebuah kejadian yang mengubah fokus hidup
kita dan membuat sesuatu terbuka dari apa yang tidak pernah kita lihat
sebelumnya. Banyak cara Tuhan bisa melakukan
intervensi Ilahinya dalam hidup kita: baik melalui perjumpaan secara langsung
seperti yang dialami Paulus maupun melalui berbagai situasi dalam hidup kita.
Respon kita sangat menentukan untuk kita bisa menangkap maksud-Nya.
Belajarlah untuk peka, lihat apa yang sudah Tuhan
persiapkan dan siapkan dirimu untuk dipakai Tuhan sebagai alat yang membawa kemuliaan
bagi-Nya.
Doa: Tuhan, kami
bersyukur untuk segala hal yang boleh terjadi dalam kehidupan kami. Kami berdoa
agar setiap langkah yang Tuhan sudah tetapkan dalam kehidupan
kami, itu bisa terus membawa kami untuk melihat bahwa Engkau
adalah Allah yang setia dan penuh dengan anugerah. Terima kasih untuk
setiap intervensi Ilahi dalam hidup kami. Dalam nama Yesus. Amin.