BAGAIMANA CARA PANDANG KITA?
Cara pandang seseorang terhadap orang-orang dan keadaan di sekitarnya
serta masalah yang ia sedang hadapi sangat mempengaruhi atau menentukan apakah
pada akhirnya ia mengalami hal-hal yang baik dari Tuhan dan puas (fulfilled)
didalam batinnya. Jiwanya menjadi tenang dan tidak terus bergejolak dalam
menjalani proses kehidupan.
Cara pandang kita perlu diselaraskan dengan Allah, pencipta
langit, bumi dan isinya termasuk manusia. Kita bisa melihat saat Allah menciptakan
daratan dan lautan, Ia melihat semuanya
itu baik (Kejadian 1:10). Demikian juga saat Allah menciptakan
tumbuh-tumbuhan, matahari dan bulan serta binatang-binatang, Allah melihat
bahwa semuanya itu baik (Kejadian
1:12, 18, 25). Yang terakhir, setelah Allah menciptakan manusia menurut gambar
dan rupa-Nya, maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik (Kejadian 1:31).
Yusuf adalah pribadi yang bisa memandang dengan baik
orang-orang di sekitarnya (termasuk keluarganya). Setelah Yusuf bermimpi bahwa
berkas gandum saudara-saudaranya sujud menyembah berkas gandum Yusuf, maka
dilihat dari sudut pandang manusia, Yusuf justru mengalami hal-hal yang tidak
baik. Dimasukkan ke dalam sumur, dijual sebagai budak ke Mesir, difitnah dan
masuk penjara.
Bagaimana kita bisa tahu
bahwa Yusuf memiliki cara pandang yang baik? Yusuf tahu sebelum Tuhan
mengangkat hidupnya, Yusuf harus
melewati ujian untuk belajar rendah hati dan tidak sombong dengan
mimpi-mimpinya. Yusuf tidak pernah membalas orang yang pernah memfitnah dia dan
tidak balas dendam terhadap saudara-saudaranya yang membuat Yusuf sengsara.
Yusuf menetapkan dalam dirinya untuk memiliki cara pandang yang baik atas
apapun yang terjadi dalam hidupnya. “Memang
kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah
mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi
sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.” (Kejadian
50:20).
Tetapkan dalam diri kita untuk memiliki cara padang yang
baik, karena cara pandang (termasuk sikap hati) kita akan menentukan ketinggian
terbang kita.
Our attitude will determine our altitude.
GOD BLESS
By : Mita Djajadinata