Tetapi
jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari
ini
kepada
siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di
seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini.
Tetapi
aku
dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” (Yosua 24:15 TB)
Setiap
orang dilahirkan unik dan special, demikian juga setiap anggota dari keluarga
kita – ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Keluarga saya
misalnya: Kakak saya memiliki keter-batasan dalam motorik
tubuhnya sehingga pergerakannya dalam melakukan suatu kegiatan menjadi lebih
sulit daripada kebanyakan orang. Tapi ia memiliki kemampuan di bidang computer,
sehingga walaupun dengan keterbatasan yang dimiliki, ia berkomitmen
melayani Tuhan.
Salah satu nilai penting
yang diajarkan orangtua kami sejak kecil adalah untuk setia beribadah, mulai dari
saat kami kecil di sekolah minggu, hingga remaja dan menikah. Mereka juga
menanamkan tentang pentingnya melayani
sesuai potensi dan talenta (walaupun ada keterbatasan). Pelayanan bukan hanya dilakukan
dari atas mimbar, tetapi di banyak bidang-bidang lainnya. Jadi setiap anggota
keluarga bisa menjadi berkat bagi orang lain melalui talenta yang
dimiliki masing-masing. Ketidaksempur-naan yang dimiliki setiap
keluarga bukan menjadi alasan untuk kita tidak melayani Tuhan. Justru dari kekurangan
tersebutlah nama Tuhan akan dipermuliakan.
Dalam doa puasa 21 hari ini,
mari kita membuat sebuah komitmen yang baru: keterbatasan, perbedaan,
dan jarak tidak menjadi alasan untuk melayani Tuhan. Melayani sebagai sebuah
keluarga adalah satu berkat terbesar dalam hidup kita dan sebuah
warisan yang akan kita tinggalkan kepada generasi
setelah kita.
Doa:Tuhan Yesus,
Engkau sudah memberkati keluarga kami selama ini, dan sekarang kami rindu untuk
bisa menjadi berkat bagi orang lain juga. Ajar kami Tuhan
untuk menjadi keluarga yang lebih mengasihi-Mu lagi dan
bersama-sama memiliki kerinduan untuk menjadi pelayan-Mu. Dalam nama Yesus.
Amin.