Hi Church,
Seringkah kalian merasa mengalami hidup yang tidak balance (seimbang)? Mungkin merasa sumpek? Atau merasa sering kekurangan waktu? Atau hubungan dengan keluarga atau teman tidak baik?
Balance atau seimbang mempunyai arti bagaimana kita memperhatikan posisi kita untuk tetap berdiri; suatu kondisi yang menyusun hidup kita dengan proporsi yang tepat. Work life balance bukan bicara tentang bagaimana work (kerja) dan life (hidup) menjadi sama rata. Tapi merupakan suatu usaha yang dengan sengaja dilakukan supaya elemen penting dalam hidup kita tetap bisa diproposikan dengan sebaik- baiknya supaya mencapai 100 (utuh) atau selalu seimbang.
Ada 5 aspek hidup kita yang bisa selalu kita perhatikan untuk menjaga keseimbangan dalam hidup:
Apakah ada dari 5 aspek ini yang terasa terbengkalai? Terbengkalai disini artinya salah satu aspek tersebut dicampakkan karena aspek lainnya dianggap lebih penting. Ketika kita tidak balance, ada suatu kekosongan dalam hidup kita. Kita akan cepat marah, merasa hidup tidak ada artinya, merasa cepat lelah dan mulai menyalahkan orang lain atau keadaan untuk suatu ketidakseimbangan yang kita alami.
“Balance is not something we find, but something we create.”
Untuk mendapatkan keseimbangan kita tidak bisa menyalahkan orang lain atau keadaan, tapi kita sendiri yang harus bisa menciptakan keseimbangan itu. Keseimbangan setiap orang pun berbeda-beda. Dengan demikian kita tidak bisa memakai cara orang lain untuk mendapatkan keseimbangan yang kita butuhkan.
Untuk menciptakan keseimbangan dalam hidup, kita perlu belajar untuk:
Apapun yang sedang kita alami di hari – hari ini, mungkin kita merasa apa yang kita harus kerjakan terlalu banyak atau kita merasa sering gagal untuk menyusun prioritas kita. Mari kita datang kepada Tuhan, tanya kepada Tuhan bagaimana kita harus menyusun prioritas dan mempercayakan kepada Tuhan apa yang ada di tangan kita sehingga kita dapat menciptakan suatu keseimbangan yang Tuhan mau. Karena itulah yang menjadi kunci untuk menciptakan balance dalam hidup kita.
God bless you.
Articles / By