Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

WHY YOU DIDN’T DANCE ?

Interpretasi Hulu - 15 Februari 2023
Total Dilihat : 226
Bagikan :

Matius 11

16 Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya:

17 Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.

18 Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan.

19 Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya."

Saya sudah  sering membaca ayat di atas tetapi tidak pernah benar-benar mencoba mengerti maksud dari perkataan Yesus tersebut, karena berpikir perkataan tersebut hanyalah istilah atau kebiasaan yang di pakai pada periode itu.

Setelah mencoba mencari tau lebih lanjut, saya menemukan satu fakta yang menarik yaitu 600 tahun sebelum jaman Yesus ada satu cerita rakyat yang mirip dengan apa yang Tuhan Yesus katakan, yaitu cerita dari seorang pendongeng yang terkenal Bernama Aesop.

Aesop adalah seorang ahli fabel dan pendongeng Yunani yang dikaitkan dengan sejumlah dongeng yang sekarang secara kolektif dikenal sebagai Fabel Aesop, ada satu Fabel yang terkenal dari Fabel Aesop itu yaitu bercerita tentang Seorang Nelayan dan Serulingnya , Alkisah ada seorang nelayan yang sangat mahir memainkan seruling, suatu Ketika nelayan ini berpikir untuk menangkap ikan dengan cara memainkan alunan music yang indah dari serulingnya, harapannya adalah Ketika ia memainkan musik yang indah itu, ikan-ikan akan melompat kegirangan ke dalam jaringnya. Setelah memainkan seruling dengan sepenuh hati, kenyataannya tidak ada seekor ikanpun yang melompat dan jaringnya tetap kosong. Marah dengan itu nelayan ini kemudian menebar jaring nya seperti biasa dan mendapat banyak sekali tangkapan, setelah di bawa ke daratan, ikan yang terjaring melompat-lompat di daratan karena mencari air. Kemudian nelayan ini berkata pada ikan-ikan itu,” saat aku memainkan seruling tidak ada satupun dari kalian yang melompat, tetapi sekarang yang bisa kalian lakukan hanya melompat-lompat.”

Mirip bukan dengan perkataan yang Yesus katakan ?  Makna yang saya dapatkan adalah berbicara tentang ekspektasi. Seringkali kita punya suatu ekspektasi yang kita anggap baik dan harus terjadi seolah-olah Tuhan harus mengerjakan sesuai dengan yang kita harapkan. Sadar atau tidak, kita memainkan ekspektasi kita seperti seruling dan berharap Tuhan atau kenyataan akan menari sesuai dengan alunan yang kita mainkan. Firman Tuhan pada Yesaya 55 : 8-9 , “ Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. “

Bukan kitalah yang mengatur hidup ini, apalagi mencoba mengatur Tuhan. Karena pada akhirnya rencana Tuhan lah yang akan terjadi dan bukan ekspektasi kita. Tetapi firman Tuhan juga mengingatkan kita, sesuai dengan yang tertulis pada Injil Matius 11 : 6 , “Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku ”

Tidak ada salahnya punya ekspektasi, tetapi percayakan semua kepada Tuhan yang tahu dengan jelas apa yang terbaik untuk kita, karena jika kita mengasihi Tuhan maka kita juga akan berserah pada jalan-jalan Nya.

Demikian, Tuhan memberkati

By : Yap Hok Gi

Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait