Tidak Sesuai Rencana
[ Kisah Para Rasul 16:6-10 ]
16:6 Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia.
16:7 Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka.
16:8 Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas.
16:9 Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: “Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!”
16:10 Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.
Dalam Alkitab terdapat banyak kisah tentang rencana yang dibelokkan. Dalam perjalanan misinya yang kedua, Paulus berencana mengabarkan Injil ke Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka (Kis. 16:6-7). Hal itu pastilah membawa kebingungan: Mengapa Yesus membelokkan rencana yang sejalan dengan misi dari Allah? Jawabannya datang suatu malam dalam mimpi: Paulus lebih dibutuhkan di Makedonia. Di sanalah Paulus kemudian merintis jemaat pertama di tanah Eropa. Raja Salomo juga pernah menulis tentang perencanaan, “Manusia mempunyai banyak rencana, tetapi hanya keputusan Tuhan yang terlaksana” (Ams. 19:21 BIS).
Membuat rencana memang tindakan yang bijak, seperti kata pepatah, “Gagal berencana berarti berencana gagal.” Namun, Allah bisa membelokkan rencana kita agar kita mengikuti rencana-Nya. Kita pun ditantang untuk mendengarkan dan taat kepada pimpinan Allah, dalam kesadaran bahwa kita dapat mempercayai-Nya. Dengan tunduk kepada kehendak-Nya, kita akan berjalan semakin selaras dengan tujuan-Nya atas hidup kita.
Dalam rencana-rencana yang kita susun, ada baiknya kita menambahkan hal ini: Berencanalah untuk mendengar, dan dengarkanlah rencana Allah.