Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

Tautlah Akan Tuhan

Interpretasi Hulu - 14 Maret 2022
Total Dilihat : 116
Bagikan :

Pengkhotbah 12 :13 Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.

Kitab Pengkhotbah adalah kitab yang diperkirakan oleh pakar alkitabiah ditulis oleh raja Salomo anak raja Daud yang terkenal punya hikmat yang dalam sebagai seorang penulis kitab Amsal. Kitab ini banyak berbicara tentang Kesia-siaan dibawah kolong langit atau dalam bahasa yang sederhana, penulis ingin menyampaikan bagaimana manuisa sering terfokus pada hal-hal yang tidak semestinya menjadi focus utama. Manusia mengejar, melakukan sesuatu serta salah menempatkan prioritas utama.

Penulis menceritakan bahwa kekayaan, kejayaan dan kemasyuran sipenulis bahkan dianggap sebagai suatu Kesia-siaan jika dibandingkan dengan sesuatu yang lebih penting dan mendasar yaitu mengutamakan Tuhan. di Pengkhotbah 12:13 ini jelas dikatakan bahwa kesimpulan dari kitab ini yang terdiri dari 12 pasal adalah MENGUTAMAKAN TUHAN dengan cara takut akan Tuhan dan berpegang pada perintah-perintah Tuhan.

1.     Tahkut akan Tuhan ada 2 makna : Pertama  takut akan kemarahan Tuhan. Kedua takut akan membuat hati Tuhan Sedih.

Jika kita takut hanya pada kemarahan Tuhan, ketakutan kita hanya berdasarkan antara pencipta dan ciptaannya, tetapi jika kita takut membuat hati Tuhan sedih, ketakutan ini berlandaskan hubungan dan cinta yang kuat antara kita dan Tuhan.

2.     Berpegang pada perintah-Nya, artinya kita taat akan setiap ketetapan yang Tuhan tetapkan. baik yang berlandaskan kepada 10 hukum taurat, maupun ketetapan diluar itu yang tertera didalam Alkitab. Dalam cara pandang hubungan kita dengan Tuhan, bahasanya bisa disempurnakan dengan “MENJADI PELAKU FIRMAN”. setiap Tindakan yang kita ambil berdasarkan kebenaran firman Tuhan, jikalau kita bimbang atau jatuh, kitab isa konsultasi dengan pembimbing rohani, atau orang tua rohani yang bisa memberikan penguatan, nasehat dan teguran.


Penulis Pengkhotbah ini dalam menyampaikan isi suratnya mempunyai gaya Bahasa yang juga mengkhotbahi dirinya sendiri.  Saya pernah mendengar seorang hamba Tuhan berkata : “Khotbahkan apa yang anda hidupi dan hidupi apa yang anda khotbahkan”, ini sangat benar karena firman Tuhan adalah pedang bermata dua,  yang tertuju kepada setuap orang dan bermanfaat bagi orang yang rendah hati yang mau menerimanya.

God Bless



By : Nur Indah Agustini Farasi


Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait