Pengkhotbah
12 :13 Akhir kata dari segala yang
didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada
perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.
Kitab
Pengkhotbah adalah kitab yang diperkirakan oleh pakar alkitabiah ditulis oleh
raja Salomo anak raja Daud yang terkenal punya hikmat yang dalam sebagai
seorang penulis kitab Amsal. Kitab ini banyak berbicara tentang Kesia-siaan
dibawah kolong langit atau dalam bahasa yang sederhana, penulis ingin
menyampaikan bagaimana manuisa sering terfokus pada hal-hal yang tidak
semestinya menjadi focus utama. Manusia mengejar, melakukan sesuatu serta salah
menempatkan prioritas utama.
Penulis
menceritakan bahwa kekayaan, kejayaan dan kemasyuran sipenulis bahkan dianggap
sebagai suatu Kesia-siaan jika dibandingkan dengan sesuatu yang lebih penting
dan mendasar yaitu mengutamakan Tuhan. di Pengkhotbah 12:13 ini jelas dikatakan
bahwa kesimpulan dari kitab ini yang terdiri dari 12 pasal adalah MENGUTAMAKAN
TUHAN dengan cara takut akan Tuhan dan berpegang pada perintah-perintah Tuhan.
1. Tahkut akan Tuhan ada 2 makna : Pertama takut akan kemarahan Tuhan. Kedua takut akan membuat hati Tuhan Sedih.
Jika kita takut hanya pada kemarahan Tuhan, ketakutan kita hanya berdasarkan
antara pencipta dan ciptaannya, tetapi jika kita takut membuat hati Tuhan
sedih, ketakutan ini berlandaskan hubungan dan cinta yang kuat antara kita dan
Tuhan.
2. Berpegang pada perintah-Nya, artinya kita taat akan setiap ketetapan yang Tuhan tetapkan. baik yang berlandaskan kepada 10 hukum taurat, maupun ketetapan diluar itu yang tertera didalam Alkitab. Dalam cara pandang hubungan kita dengan Tuhan, bahasanya bisa disempurnakan dengan “MENJADI PELAKU FIRMAN”. setiap Tindakan yang kita ambil berdasarkan kebenaran firman Tuhan, jikalau kita bimbang atau jatuh, kitab isa konsultasi dengan pembimbing rohani, atau orang tua rohani yang bisa memberikan penguatan, nasehat dan teguran.
Penulis Pengkhotbah
ini dalam menyampaikan isi suratnya mempunyai gaya Bahasa yang juga
mengkhotbahi dirinya sendiri. Saya
pernah mendengar seorang hamba Tuhan berkata : “Khotbahkan apa yang anda hidupi
dan hidupi apa yang anda khotbahkan”, ini sangat benar karena firman Tuhan
adalah pedang bermata dua, yang tertuju
kepada setuap orang dan bermanfaat bagi orang yang rendah hati yang mau
menerimanya.
God Bless
By : Nur Indah Agustini Farasi