Siapakah
yang berbahagia?
21Beginilah firman TUHAN semesta
alam, Allah Israel: "Tambah sajalah korban bakaranmu kepada korban
sembelihanmu dan nikmatilah dagingnya! 22Sungguh,
pada waktu Aku membawa nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir Aku tidak
mengatakan atau memerintahkan kepada mereka sesuatu tentang korban bakaran dan
korban sembelihan; 23hanya
yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan
menjadi umat-Ku, dan ikutilah
seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia! 24Tetapi
mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memberi perhatian, melainkan mereka mengikuti rancangan-rancangan dan kedegilan hatinya yang jahat, dan mereka memperlihatkan belakangnya dan bukan mukanya.25Dari
sejak waktu nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir sampai waktu ini, Aku
mengutus kepada mereka hamba-hamba-Ku, para nabi, hari demi hari, terus-menerus, 26tetapi
mereka tidak mau mendengarkan kepada-Ku dan tidak mau memberi perhatian, bahkan mereka menegarkan tengkuknya, berbuat lebih jahat dari pada nenek moyang mereka. 27Sekalipun
engkau mengatakan kepada mereka segala perkara ini, mereka tidak akan
mendengarkan perkataanmu, dan sekalipun engkau berseru kepada
mereka, mereka tidak akan menjawab engkau. 28Sebab
itu, katakanlah kepada mereka: Inilah bangsa yang tidak mau mendengarkan suara
TUHAN, Allah mereka, dan yang tidak mau menerima penghajaran! Ketulusan mereka sudah lenyap, sudah hapus dari mulut mereka."
Mengapa Allah menyampaikan
pesan ini kepada Yeremia, alasan yang paling tepat adalah kita bisa baca dari
pasal 7 ayat 1, Israel dapat digambarkan sebagai bangsa yang tegar tengkuk,
mereka hanya mengikuti keinginan hati mereka dan mengabaikan kebenaran Allah, mereka
memiliki sikap hidup yang buruk di hadapan Allah. Mereka selalu hidup di dalam
dosa yang membawa murka Allah atas bangsa itu. Ayat 15 dalam pasal 7 dikatakan
bahwa “Aku akan melemparkan kamu dari
hadapan-Ku...” artinya adalah bahwa bangsa itu tidak layak dihadapan Allah,
persembahan atau korban yang mereka berikan hanya sebagai simbolis untuk mereka
kemudian bisa melakukan dosa yang sama, dan kehidupan seperti itu adalah
kehidupan yang tidak diinginkan oleh Allah. Itu sebabnya Allah dengan tegas
menyampaikan pesan ini kepada bangsa Israel melalui Yeremia. Dan pada ayat 21
masih di pasal 7 lebih jelas lagi Allah menyampaikan bahwa perintah yang
diberikan oleh Allah ketika membawa nenek moyang mereka keluar dari tanah Mesir
bukan korban bakaran dan korban sembelihan, melainkan ada perintah yang
sesungguhnya yang disampaikan oleh Allah, supaya mereka memperoleh kebahagian dan
kemerdekaan yang sesungguhnya dari Allah. Ada dua perintah yang disampaikan
oleh Allah, dan saya percaya bahwa perintah yang sama sedang disampaikan oleh Allah
kepada gereja-Nya.
1.
Yang mendengarkan suara-Ku
Roma
10:17 “jadi iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman
Kristus” dalam perumpamaan tentang gembala yang baik, Yesus juga menyampaikan
dengan tegas supaya kita sebagai domba Allah mengenali suara gembala kita. Suara
yang membawa kita kepada kehidupan kekal, yang menuntun, mengajar, menyatakan
kesalahan dan memperbaiki kelakukan 2
Timotius 3:16 kita di dalam Tuhan. Iman
kita akan bertumbuh dan menghasilkan buah ketika kita dengan setia mendengarkan
Firman Allah, karena Firman itu yang menuntun langkah kita, untuk sampai pada
tujuan Allah dalam hidup kita.
2.
Yang mengikuti Jalan Allah
Jemaat Tuhan, pertanyaannya adalah, jalan seperti
apa yang sedang kita jalani hari-hari ini? Mungkin kita lagi bahagia menjalani
yang sudah berjalan sekarang, tapi apakah benar itu jalan seperti yang di inginkan
Allah atau jalan kebenaran yang sesuai kebenaran firman Allah? Amsal 16:25 “Ada jalan yang disangka lurus,
tetapi ujungnya menuju maut” Saya mau ajak jemaat Tuhan, untuk kita
berhenti sejenak dan ambil waktu khusus dengan Tuhan, dan mari kita serahkan
seluruh jalan kita kepada Tuhan dan kita mengikuti jalan yang di perintahkan
Allah bagi kita, yaitu tetap hidup di dalam Kristus, memancarkan kasih Kristus
kepada semua orang, dan memiliki kualitas sikap hidup yang benar dihadapan Allah
dan sesama. Saya percaya ketika kita ada di dalam jalan yang diperintahkan
Allah bagi kita, maka kita akan memperoleh KEBAHAGIAN
YANG SEJATI dalam segala hal.