Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

Rupa Seorang Hamba

Interpretasi Hulu - 02 November 2021
Total Dilihat : 83
Bagikan :

Bagian yang tersulit dalam mengikut Tuhan Yesus adalah mengambil rupa seorang hamba. Panggilan untuk mengambil rupa seorang hamba ini harus di barengi dengan menanggalkan semua hak bukan hanya sebagian. Ini tercermin dalam Filipi 2:5-8, Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Orang percaya tidak dapat membangkitkan kuasa Yesus di dalam dirinya sebelum berani menanggalkan semua hak-hak hidupnya. Menanggalkan hak artinya “rela” tidak menikmati apa yang menjadi bagian atau haknya atau rela menanggalkan apa yang menjadi miliknya demi kepentingan Kerajaan Allah. Hak-hak tersebut antara lain adalah hak untuk dihormati dan disanjung, dikasihi, diperlakukan adil, hak mau dilayani, hak hidup wajar seperti apa yang dunia ajarkan.

Sebenarnya setiap orang percaya harus  sadar bahwa penebusan dari Tuhan Yesus diatas kayu salib menandakan bahwa hidup kita adalah bukan milik kita lagi melainkan kepunyaan dari sang penebus itu sendiri. Sebab penebusan oleh Tuhan berarti dosa-dosa kita diampuni, pelanggaran kita dihapus, surga disediakan, dunia menolak kita namun sorga menerima kita (1Kor. 6:19-20). Dengan demikian kita sama seperti seorang budak yang dibeli oleh seorang tuan, maka tuan itu yang berhak atas budak tersebut. Seorang budak tidak berhak atas dirinya. Selama seseorang masih mempertahankan haknya, maka ia tidak memberi ruang bagi Tuhan Yesus untuk menguasai dirinya. Hal ini menjadi penyebab kegagalan utama kita sebagai orang percaya.

Paulus tidak melarang orang percaya memiliki berbagai fasilitas materi, tetapi ia menasihati agar tidak merasa berhak menikmati hidup sama seperti anak-anak dunia. Paulus sendiri membuktikan kebenaran pernyataan-pernyataan di dalam suratnya dan di dalam hidupnya, sampai ia mati sebagai seorang martir di kota Roma. Ia bukan hanya bisa berbicara, tetapi juga melakukan sebagai teladan hidup (Kis. 20:22-24). Paulus sendiri berkata: “ikutilah teladanku” (Filipi 3:17). Kehidupan Paulus yang kita harus teladani adalah keberaniannya menanggalkan semua haknya. Dalam satu kesaksian melalui tulisannya ia berkata: Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil (1Kor. 9:18). Dari pengakuannya ini nampak bagaimana ia rela menanggalkan semua haknya demi untuk memiliki rupa kebanggaannya yaitu Rupa Seorang Hamba yang berkenan di hati Tuhan.

Perjalanan hidup Yesus di bumi sampai pada bukit Golgota menunjukkan kehidupan yang menanggalkan hak-hak-Nya. Di kayu salib Ia tergantung dengan tubuh yang sangat menyedihkan. Ia hanya bisa menatap ibu-Nya yang tentu dalam keadaan sangat terpukul. Kehidupan Tuhan Yesus kelihatannya begitu tragis, tetapi justru itulah keagungan Pribadi yang telah menanggalkan semua hak-Nya dan mempersembahkannya bagi Bapa. Gaya hidup seperti ini yang sejatinya harus kita kenakan dalam kehidupan dan dalam pelayanan kita.

Mengambil rupa seorang hamba adalah urusan pribadi dengan diri sendiri dihadapan Tuhan. Ini daerah yang sulit untuk dilihat karena mungkin dihadapan orang kelihatannya memiliki rupa seorang hamba tetapi di hadapan Tuhan belum tentu, bisa jadi hanya menghidupi segala rupa-rupa dunia yang penuh kemunafikkan. Untuk itu, hanya orang yang sungguh-sungguh serius dengan Tuhanlah yang bisa mendapatkannya. Mari berjuang sampai pada akhirnya Tuhan berkata bagi kita : “Inilah Hamba-Ku Yang Setia”!

Tuhan Yesus Memberkati…

 

By : Inter Hulu


Komentar
Berikan Komentar
Oleh Symroni Zebua 03 November 2021
Amin. Sangat memberkati. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus.
Oleh Yurius Nazara 03 November 2021
Mantap bro....teringat saya lagu inilah yang ku punya hati sebagai hamba yang mau taat dan setia padaMu Bapa.
Berita Terkait