Ayub
23:10 (TB) Karena Ia tahu jalan hidupku;
seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.
Jika
berbicara tentang emas, banyak orang akan berpikir tentang keasliannya
serta harganya yang mahal. Bahkan emas
sangat identik dengan kekayaan. Emas memiliki nilai yang tinggi karena untuk mendapatkannya dibutuhkan
proses yang sangat panjang. Dimana harus dilakukan 2 kali proses pemisahan, yaitu
proses pemisahan yang rumit antara emas dan batu, serta pemisahan dengan
menggunakan larutan kimia untuk memisahkan logam dari mineral. Tidak sampai disitu, emas juga harus
melalui beberapa tahapan pembakaran
dengan suhu tinggi yang akan memisahkan emas dari logam lainnya.
Jika
diilustrasikan, kita adalah emas tersebut dan Tuhan adalah pengrajinnya. Kita
harus mengalami proses seperti emas, proses pemisahan dan proses pembakaran berkali-kali.
Dari proses tersebut menghasilkan sikap tahan akan ujian. Kita harus
menyerahkan diri kita untuk dimurnikan oleh Tuhan. Banyak cara yang dapat
dilakukan Tuhan untuk memurnikan kita, mungkin dengan cara mematahkan
ekspektasi kita atau membuat kita kecewa dengan orang yang kita anggap baik
atau lainnya. Tetapi yang harus kita perhatikan adalah kita tetap fokus mengikuti
prosesnya Tuhan dengan terus percaya dan berusaha untuk selalu terhubung dengan
Allah.
Mungkin
dalam pekerjaan kita tidak mengalami promosi atau bahkan tidak bisa lulus 4
tahun dari perkuliahan. It’s okey, gak masalah. Bukan hasil yang Tuhan lihat,
tetapi bagaimana cara kita meresponi suatu masalah lah yang Tuhan harapkan. Apa
sikap yang akan kita ambil? Menyerah dengan keadaan kah atau tetap berdiri
tegak dan terus berusaha dengan mengandalkan Juruselamat kita?
Lukas
16:10 meneyebutkan bahwa, "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia
setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam
perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar."
Dengan
kita setia dalam proses ‘pemurnian’ dan menikmatinya dengan Tuhan, kita akan
mengalami yang namanya pertumbuhan rohani dan berakar didalam Tuhan. Kita juga
akan diberikan tanggung jawab yang lebih besar lagi, yang mana hal ini
menunjukkan bahwa kapasitas kita sudah lebih besar dari sebelumnya. Bahkan dari
kesetiaan kita dalam berproses akan
menghasilkan buah yang manis serta dapat dinikmati oleh orang-orang dalam
kehidupan kita.
Untuk
tetap sabar dalam proses yang kita
jalani, kita memerlukan kekuatan yang berasal dari Yesus Kristus, dan bukan
dari orang lain. Mari kita tetap setia dalam proses ‘pemurnian’ yang kita alami dan jangan
cepat-cepat ingin keluar dari proses tersebut. Ketika emas tidak dimurnikan
berkali-kali, nilainya akan semakin kecil karena masih tercampur dengan logam
atau mineral yang tidak berharga. Amin, God Bless You.
By : Putri Panjaitan