Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

Pemurnian

Interpretasi Hulu - 21 Maret 2022
Total Dilihat : 66
Bagikan :

Ayub 23:10 (TB)  Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.

Jika berbicara tentang emas, banyak orang akan berpikir tentang keasliannya serta  harganya yang mahal. Bahkan emas sangat identik dengan kekayaan. Emas memiliki nilai yang  tinggi karena untuk mendapatkannya dibutuhkan proses yang sangat panjang. Dimana harus dilakukan 2 kali proses pemisahan, yaitu proses pemisahan yang rumit antara emas dan batu, serta pemisahan dengan menggunakan larutan kimia untuk memisahkan logam dari mineral.  Tidak sampai disitu, emas juga harus melalui  beberapa tahapan pembakaran dengan suhu tinggi yang akan memisahkan emas dari logam lainnya.

Jika diilustrasikan, kita adalah emas tersebut dan Tuhan adalah pengrajinnya. Kita harus mengalami proses seperti emas, proses pemisahan dan proses pembakaran berkali-kali. Dari proses tersebut menghasilkan sikap tahan akan ujian. Kita harus menyerahkan diri kita untuk dimurnikan oleh Tuhan. Banyak cara yang dapat dilakukan Tuhan untuk memurnikan kita, mungkin dengan cara mematahkan ekspektasi kita atau membuat kita kecewa dengan orang yang kita anggap baik atau lainnya. Tetapi yang harus kita perhatikan adalah kita tetap fokus mengikuti prosesnya Tuhan dengan terus percaya dan berusaha untuk selalu terhubung dengan Allah.

Mungkin dalam pekerjaan kita tidak mengalami promosi atau bahkan tidak bisa lulus 4 tahun dari perkuliahan. It’s okey, gak masalah. Bukan hasil yang Tuhan lihat, tetapi bagaimana cara kita meresponi suatu masalah lah yang Tuhan harapkan. Apa sikap yang akan kita ambil? Menyerah dengan keadaan kah atau tetap berdiri tegak dan terus berusaha dengan mengandalkan Juruselamat kita?

Lukas 16:10 meneyebutkan bahwa, "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar."

Dengan kita setia dalam proses ‘pemurnian’ dan menikmatinya dengan Tuhan, kita akan mengalami yang namanya pertumbuhan rohani dan berakar didalam Tuhan. Kita juga akan diberikan tanggung jawab yang lebih besar lagi, yang mana hal ini menunjukkan bahwa kapasitas kita sudah lebih besar dari sebelumnya. Bahkan dari kesetiaan kita dalam berproses  akan menghasilkan buah yang manis serta dapat dinikmati oleh orang-orang dalam kehidupan kita.

Untuk tetap sabar dalam proses  yang kita jalani, kita memerlukan kekuatan yang berasal dari Yesus Kristus, dan bukan dari orang lain. Mari kita tetap setia dalam proses  ‘pemurnian’ yang kita alami dan jangan cepat-cepat ingin keluar dari proses tersebut. Ketika emas tidak dimurnikan berkali-kali, nilainya akan semakin kecil karena masih tercampur dengan logam atau mineral yang tidak berharga. Amin, God Bless You.



By : Putri Panjaitan


Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait