Yohanes 8 : 1-11
Dalam kisah ini, dijelaskan seorang perempuan yang kedapatan
berzinah. Tidak dijelaskan apakah ini pertama kalinya wanita ini berzinah atau
memang ini merupakan pekerjaannya(Pelacur). Akhir dari nats ini adalah "Akupun
tidak menghukum engkau (ayat11b). Dalam bidang ilmu hukum, yang berhak membuat
putusan hukuman adalah seorang hakim, jadi dalam bahasa lainnya "Akupun
tidak menghakimi engkau".
Pada dasarnya sifat manusia suka menghakimi orang lain,
tidak hanya dilingkungan orang yang tidak kenal Tuhan, dilingkungan orang
Kristen bahkan sekelas pelayan dan hamba Tuhan, karakter ini masih muncul
dipermukaan. Para kriminal diberi gelar "sampah masyarakat" atau
bahasa gaul sekarang "Toxic". Tetapi kadang kita tidak sadar saat
kita menghakimi seseorang, kita sudah melakukan "tindakan kriminal
rohani". Disaat kita dengan lantang melabeli orang lain dengan istilah
Toxic, disaat itu kita sedang menyatakan bahwa kita adalah Toxic dengan varian
berbeda.
Seorang guru berkata "Cara kita memandang orang lain, berbicara, dan menegur seseorang
menunjukkan etika dan estetika kita".
Akui saja, bahwa kita semua(termasuk penulis) dulunya adalah
mantan "Toxic" yang sudah dipulihkan, malah sesekali atau mungkin
masih sering menjadi "Toxic" disaat kita tidak berjaga-jaga. Oleh
sebab itu kita butuh Tuhan setiap waktu, karena kita tidak pernah bisa menjadi
pribadi yang baik dengan kekuatan kita sendiri.
Dulu ada istilah : maling teriak maling, mungkin saja
kedepan akan ada istilah gaul "Toxic teriak Toxic".
Dalam bidang hukum, dengan menimbang bahwa pelaku kriminal
punya kesempatan untuk berubah dan menjadi lebih baik, bahkan bisa lebih baik
dari orang yang tidak pernah melakukan tindakan pidana/kriminal, maka beberapa
"label" diubah menjadi kata yang lebih baik :
Kadang orang Kristen terlalu Kudus dan rohani dan menghakimi orang lain "Toxic" yang harus dijauhi. Dasar ayat yang dipakai adalah "Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik". Tidak ada kesalahan dengan ayat ini, jika tidak dianalisa dengan pemikiran yang sempit. Mereka berkesimpulan jika mereka harus menjauhi orang2 yang buruk, biar mereka tetap memiliki kebiasaan yang baik. Jika kita menjauhi orang-orang yang buruk, bagaimana kita bisa menjadi saksi hidup?
Apakah Yesus 3,5 tahun pelayanannya selalu bersama ahli taurat biar kebiasaan Yesus yang baik tidak rusak/tetap terjaga?
Jangan sesat !!! Pergaulan yang buruk artinya : mengikuti
cara hidup yang buruk.
Dalam kamus Indonesia, dasar kata "gaul" juga
digunakan untuk kata "menggauli/hubungan intim", ini merujuk pada
hubungan yang tidak ada BATASAN lagi.
Jika gereja siap untuk tidak menghakimi dan menerima yang disebut "sampah masyarakat/Toxic" itu, barulah Tuhan akan kirimkan para pelacur, pembunuh, pemakai narkoba, penjudi, dan pelaku kriminal lainnya untuk masuk gereja (menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk memulihkan mereka).
Semua ini kembali kepada dasar pengorbanan Yesus yaitu "KASIH". Firman Tuhan katakan, sehebat apapun pelayanan kita jika tidak punya KASIH, kita sama dengan "gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing", bersuara tapi kosong. Atau istilah Indonesianya "tong kosong nyaring bunyinya".
Firman yang lain berbunyi : Pada akhirnya yang tinggal 3 hal
ini, Iman, Pengharapan, dan KASIH, dan yang terbesar diantaranya adalah KASIH.
Firman yang lain juga berbunyi: pada akhirnya banyak orang
yang teriak-teriak menyatakan mereka bernubuat demi nama Tuhan, mengusir setan
demi nama Tuhan, dan bla...bla..bla...tapi Tuhan tolak, karena tidak melakukan
kehendak Bapa.
Apa kehendak Bapa? Melayani dengan KASIH.
Mari jangan lupa hukum yang utama dan terutama: Kasihilah Tuhan Alllahmu dengan segenap hati,jiwa,akal budi. Dan hukum yang kedua YANG SAMA dengan itu, Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.
Seseorang yang punya KASIH, akan mampu untuk berbelas
KASIHAN.
Seseorang yang mau belajar untuk MENGASIHI akan mudah untuk
MENGASIHANI.
"Daripada kita menghakimi seseorang, alangkah lebih baik dan bijak bila kita semua(termasuk saya) belajar Mengasihi, mengasihani, dan berbelas kasihan dengan cara mendoakannya"
Tuhan berkati kita SEMUA(mantan2 "Toxic" yang
masih harus tetap belajar dan berjuang hari lepas hari bersama Tuhan).