Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

PEGANG KEPERCAYAAN TUHAN

Interpretasi Hulu - 03 Oktober 2022
Total Dilihat : 132
Bagikan :

Kisah Para Rasul 18:2-3 (TB)  Di Korintus ia berjumpa dengan seorang Yahudi bernama Akwila, yang berasal dari Pontus. Ia baru datang dari Italia dengan Priskila, isterinya, karena kaisar Klaudius telah memerintahkan, supaya semua orang Yahudi meninggalkan Roma. Paulus singgah ke rumah mereka.

Dan karena mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka bekerja bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah.

 

Tulisan hari ini didasarkan pada ayat yang dibagikan pada hari minggu (02/10/2022) dengan tema Branching out (Bercabang) dan subtema WORKING (bekerja). Sharing saya kali ini saya beri judul "Pegang Kepercayaan Tuhan".

Sebagai orang yang percaya, kita harus menyadari bahwa semua yang kita punya (harta, pekerjaan, kepintaran, posisi, jabatan, keluarga,bahkan nyawa kita sekalipun) adalah titipan Tuhan yang dipercayakan kepada kita. Oleh sebab itu, tidak ada yang perlu kita sombongkan dengan semuanya itu, karena yang namanya titipan, bisa diambil kapan saja. Yang harus kita lakukan adalah menjaga titipan Tuhan/memegang kepercayaan Tuhan itu sebaik mungkin.

Jika Paulus memutuskan singgah kerumah akwila dan priskila, itu berarti mereka adalah orang yang dipandang baik oleh Paulus, dan jika Paulus pada akhirnya memutuskan tinggal dengan mereka itu menunjukkan ada sesuatu yang special dari Akwila dan Priskila selain hanya sekedar kesamaan pekerjaan sebagai tukang tenda/kemah. Hal yang special itu adalah Akwila dan Priskila adalah suami istri yang bisa "Pegang Kepercayaan Tuhan" baik dalam pekerjaan sekuler maupun pekerjaan pelayanan Tuhan.

Bagaimana cara kita bisa pegang Kepercayaan Tuhan?

 

1.  Kita harus menganggap Kepercayaan itu sebagai hal yang sangat penting.

Sebagai orang yang percaya atau pelayanan Tuhan, maka semua yang Tuhan percayakan kepada kita itu menyangkut nama baik Tuhan. Jika kita menganggap nama baik Tuhan itu hal yang penting, maka kita akan berusaha melakukan yang terbaik dalam semua aspek hidup kita.

Kolose 3:23 (TB)  Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

 

2.  Kita harus mengenal siapa yang memberi kepercayaan itu.

Apa yang saudara lakukan jika seorang pemulung menitipkan sebuah jam tangan yang sudah mati dan mengatakan bahwa jam itu adalah jam yang sangat mahal seharga ratusan juta? Pasti saudara akan membuang jam itu tak lama setelah pemulung itu hilang dari pandangan saudara, karena tidak mungkin seorang pemulung punya jam harganya ratusan juta, kalau toh iya, gak mungkin dia titipkan, pasti dijual untuk merubah ekonominya.

Namun apa yang terjadi jika yang memberikan itu Jokowi dengan pengawalan lengkap dari Paspampres dan mengatakan hal yang sama? Saya percaya kita akan menjaganya sebaik mungkin, kapan terdesak bisa dijual dan berpikir pasti ada bahan permata dalam jam itu. Kenapa? Karena kita mengenal siapa yang memberikannya, yaitu seorang presiden yang sangat dapat dipercaya dan sekaligus pengusaha mebel dan kayu yang sukses, jadi masuk akal jika mampu membeli jam seharga ratusan juta.

Yohanes 14:7a (TB)  Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku.

 

3.  Kita tidak boleh egois/memikirkan diri sendiri.

Anak-anak Sekolah Dasar(SD) dari kelas 1 sudah diajari slogan "kita harus mementingkan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi". Jadi kalau kita masih hidup dengan keegoisan kita, maka maaf, artinya kita sama atau lebih rendah daripada anak kelas 1 SD.

 

Tuhan Yesus memberkati !


By : Friend Algunawan Harefa


Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait