Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

Meninggalkan Jejak

Interpretasi Hulu - 02 Mei 2022
Total Dilihat : 79
Bagikan :

Yosua 4:4-7

4:4 Lalu Yosua memanggil kedua belas orang  yang ditetapkannya dari orang Israel itu, seorang dari tiap-tiap suku,  

4:5 dan Yosua berkata kepada mereka: "Menyeberanglah di depan tabut TUHAN, Allahmu, ke tengah-tengah sungai Yordan,  dan angkatlah masing-masing sebuah batu ke atas bahumu, menurut bilangan suku orang Israel,

4:6 supaya ini menjadi tanda  di tengah-tengah kamu. Jika anak-anakmu bertanya di kemudian hari: Apakah artinya batu-batu ini bagi kamu?

4:7 maka haruslah kamu katakan kepada mereka: Bahwa air sungai Yordan terputus di depan tabut perjanjian TUHAN; ketika tabut itu menyeberangi sungai Yordan, air sungai Yordan itu terputus. Sebab itu batu-batu ini akan menjadi tanda peringatan bagi orang Israel untuk selama-lamanya."


Jika kita membaca Alkitab, kita akan menemukan perintah-perintah Tuhan agar bangsa Israel meninggalkan jejak atau tanda yang berisi kesaksian mengenai Tuhan. Salah satunya adalah kedua belas batu peringatan akan mujizat Tuhan ketika membelah Sungai Yordan di depan Tabut Perjanjian sehingga orang Israel dapat berjalan di tanah kering. Tujuannya adalah supaya hal itu dapat diingat turun-temurun oleh keturunan orang Israel dan juga sebagai warisan yang harus disampaikan kepada mereka. Ini adalah cara Tuhan untuk membuat kisah tentang perbuatan ajaibNya terhadap orang Israel tetap diingat dan diketahui oleh keturunan-keturunan mereka hingga ribuan tahun kemudian. Selain itu juga beberapa tempat diberi nama sesuai dengan perbuatan yang dilakukan di tempat itu sehingga ketika orang menyebut nama tempat itu, mereka pun teringat kepada perbuatan Tuhan. Ini yang menjadi salah satu alasan mengapa sejarah orang Israel masih diingat dengan jelas dan tersusun rapi. Sejarah mereka tidak hanya ditulis dalam lembaran kertas tetapi juga dalam ingatan orang-orang lewat tanda dan jejak yang ditinggalkan nenek moyang mereka.


Banyak orang ingin meninggalkan warisan kekayaan dan ilmu pengetahuan kepada keturunannya. Memang itu baik, tetapi bukan yang terbaik. Suatu waktu saya ditanya, "Warisan apakah yang ingin engkau berikan kepada anak cucumu?" Jika saya mulai memikirkan tentang harta dan uang yang banyak supaya hidup mereka tidak sengsara dan bahagia, tetapi semua itu bisa hilang dalam sekejap jika mereka tidak dapat menjaganya. Lalu saya memikirkan tentang ilmu pengetahuan, namun percuma saja jika mereka malas belajar. Kemudian warisan apakah yang bisa saya berikan kepada mereka agar dapat menjamin kebahagiaan hidup mereka selamanya? Kemudian saya memberikan jawaban bahwa teladan iman itulah yang terbaik dari semua peninggalan yang ada.


Bagi kita orang percaya, jejak atau tanda apakah yang akan kita tinggalkan kepada keturunan-keturunan kita agar mereka tetap senantiasa ingat kepada kebaikan Tuhan? Apakah dengan membuat gambar salib dan ditempelkan di rumah sehingga anak-anak tahu bahwa nenek moyang mereka adalah orang Kristen? Atau membeli sebuah Alkitab yang kemudian dijadikan Alkitab keramat yang diturunkan kepada keturunan supaya mereka rajin membacanya? Jejak atau tanda yang kita tinggalkan tidak perlu berupa sebuah benda tetapi berupa keteladanan hidup. Teladan iman adalah warisan yang berharga kepada keturunan kita. Benda bisa punah dan menghilang kapan saja tetapi teladan iman tidak akan pernah mati. Karena itu, marilah kita mulai fokus kepada warisan ini dari sekarang dan hidup dalam kebenaran, serta melakukan pekerjaan Tuhan agar dapat menghasilkan teladan iman yang banyak untuk keturunan kita. By : Ps. Daud Pramana


Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait