Yesaya 43:1-7
Hadirat
Tuhan mutlak tidak berubah.
Hadirat Kristus adalah dasar keberanian di dalam badai yang sedang kita lalui. Ia tidak berkata, "Tenang! Aku menenangkan badai. Jangan takut." Malahan, sementara angin masih bertiup kencang, Ia berkata, "Tenang! Ini Aku. Jangan takut."
Kristus tidak selalu dengan segera meredakan badai, tetapi Ia selalu berkeinginan untuk menenangkan anak-Nya karena kehadiran-Nya. Kita mungkin tidak pernah belajar untuk menikmati badai kita, tetapi kita dapat belajar untuk menikmati hadirat Tuhan di dalam badai!
Alkitab menyatakan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya. Ia selalu ada di sana. Ketika segalanya berjalan dengan buruk, kita bisa memilih untuk percaya atau tidak percaya kepada Tuhan. Namun, walaupun kita memilih untuk tidak percaya, Ia tetap berjanji kepada kita bahwa Ia selalu bersama kita. Sekali kita memilih untuk menerima hadirat-Nya sebagai fakta, kita bisa bebas untuk menikmatinya.
Keintiman bersama Tuhan bertumbuh melalui berbagi segala realitas pengalaman. Saya ingin agar Tuhan menjadi realitas terbesar di dalam hidup kita. Saya ingin agar kita boleh lebih yakin akan hadirat-Nya melebihi apapun yang dapat kita lihat dan sentuh. Percayalah, di saat kita mencoba untuk percaya, musuh mencoba untuk meyakinkan kita bahwa kehidupan Kekristenan itu penuh pengorbanan dan kepalsuan.
Serahkan dirimu seluruhnya kepada Tuhan agar Ia dapat membebaskan kita untuk menjadi seperti yang Ia rencanakan. Kita tidak boleh membiarkan intimidasi atau ketakutan mengurung kita dalam hal apapun. Ingat, Iblis dapat menganggap tidak ada otoritas dalam hidup Anda. "Roh yang ada di dalam kamu lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia" (1 Yohanes 4:4).
Dengarlah,
lonceng kebebasan berdering.
By : Fandy Telaumbanua