MEMOHON PENGAMPUNAN DOSA
Yesaya 59 : 1-2
Haleluya
Bpk/Ibu, saudara/i sekalian
Pagi
hari ini saya ingin sharing firman kepada kita semua, yang saya ambil dari :
Yesaya 59 : 1-2
berbunyi demukian “sesungguhnya tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk
menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi
yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia
menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
Nah, penjelasan dari
ayat firman diatas ialah sebenarnya Tuhan kita Yesus Kristus, bukan tidak mau
menolong kita ketika kita sedang disituasi membutuhkan Dia. Bukan tidak mau mendengar doa kita ketika kita menghadap-Nya. Saudara/i
yang terkasih dalam Tuhan, kenapa Tuhan memalingkan wajah-Nya dan bahkan
menyembunyikan diri-Nya terhadap kita, ketika kita berdoa terhadap Dia, meminta
pertolongan kepada-Nya, itu disebabkan adanya dosa yang membuat hubungan kita
dengan Tuhan terpisah. Adanya dosa yang membuat hubungan kita dengan Tuhan
jauh. Dosa yang dimaksud disini ialah segala kejahatan yang tidak berkenan
kepada Tuhan. Bisa jadi itu dosa ketidak mau mengampuni, iri hati, sombong,
tidak bisa menjaga lidahnya, tidak bisa mengontrol emosi, bahkan masih banyak
lagi dosa-dosa yang tidak berkenan kepada Tuhan. Saudara/i yang terkasih
didalam Tuhan, Tuhan ingin kita semua memiliki kasih didalam diri kita (Galatia
5 : 22-23).
Ketika kita sendiri tau
kalau kita sudah diselamatkan oleh-Nya bahkan, ditebus dengan harga yang mahal,
maka kita sebagai anak-anakNya yang percaya kepadaNya, sudah tentu kita tidak
akan mudah kompromi dengan dosa. Saya tahu kita semua masih manusia biasa yang
kadang-kadang jatuh juga didalam dosa, tapi Tuhan kita luar biasa, Dia tidak
menuntut kita mesti sempurna disetiap harinya kita. Tapi Tuhan kita itu, Dia
mau kita terus belajar disetiap harinya. Jika mungkin hari ini kita melakukan
kesalahan yang sama, belajar besok tidak melakukannya lagi. Saudara/i yang
terkasih didalam Tuhan, tapi ingat jangan juga kita menggunakan waktu yang
Tuhan kasih untuk kita, dipergunaan sia-sia. Tuhan juga berkata dalam firman
“Galatia 6 : 7-8” Tuhan tidak suka dipermainakan, apa yang kita tabur itu juga
yang akan kita tuai.
Maka dari itu saudara/i
yang terkasih, disituasi manapun kita saat ini, baik di era pandemi ini. Mari
kita lebih perbanyak waktu intim dengan Tuhan. Jangan hanya memperbanyak
kekuatiran, ketakutan akan hidup. Tetapi mari kita serahkan seluruh hidup kita
ini didalam Tuhan. Karena kita semua tau, kalau hanya didalam Tuhan kita akan
mendapatkan kelegaan, keamanan. Mari kita andalkan Tuhan. Tuhan Yesus
memberkati.
By: Ibu Rahmawati