Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

Membagikan Iman Kita

Interpretasi Hulu - 26 Desember 2021
Total Dilihat : 68
Bagikan :

Injil Lukas menggambarkan tentang apa yang “Yesus lakukan dan ajarkan” yang berpusat pada penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan-Nya. Lalu Kitab Kisah Para Rasul, di sisi lain, menceritakan kisah kelanjutan tentang pekerjaan Yesus melalui gerejaNya yang diberdayakan oleh Roh Kudus. Dengan demikian, kitab Kisah Para Rasul adalah “buku pedoman” gereja tentang bagaimana menyebarkan Injil.


Kisah Para Rasul 8 adalah salah satu kuncinya. Mengisahkan bagaimana jemaat mula-mula, “dipaksa” keluar dari Yerusalem melalui “penganiayaan”, sehingga mengakibatkan penyebaran Injil terjadi di daerah sekitarnya (Kisah Para Rasul 8:1-4) dan bagaimana kisah Filipus memberitakan Injil di kota Samaria (Kis. 8:5-8) dan kepada seorang sida-sida dari Etiopia (Kisah 8:26-40).


Membaca kitab Kisah Para Rasul akan menginspirasi kita menemukan beberapa prinsip penting untuk kita agar dapat membagikan iman kita kepada orang lain.


1. Memanfaatkan momen.

Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil. (Kisah 8:4)

Kata “memberitakan Injil” sepertinya agak memberatkan. Namun memberitakan Injil tidak berarti berdiri di belakang mimbar dan memberikan khotbah. Asal kata itu adalah euangelizo (kata dari mana kita mendapatkan kata penginjilan) dan artinya adalah “beritahukan kabar baik.”

Tetapi perhatikan bahwa mereka melakukan ini ketika mereka tersebar karena penganiayaan. Dengan kata lain, mereka menderita. Mereka tercabut dari komunitasnya. Ada ketidakstabilan besar dalam hidup mereka. Tetapi bahkan melalui semua ini, "mereka terus memberitakan kabar baik kepada orang lain." Seperti Paulus di penjara, yang melihat pemenjaraannya sebagai kesempatan untuk memberitakan Injil (Filipi 1:12-14), orang-orang percaya ini memanfaatkan momen itu untuk menginjili, meskipun keadaan mereka secara pribadi mungkin stres atau tertekan.


2. Lakukan pekerjaan yang baik.

Ketika Filipus mewartakan tentang Kristus di Samaria, dia juga mengusir roh jahat dan menyembuhkan orang sakit (Kisah Para Rasul 8:5-7). Sepertinya kita hanya melihat mukjizat saja dalam pelayanan Filipus. Namun tetapi di samping mukjizat, pelayanan Filipus juga terdiri dari menyampaikan Firman Tuhan dan perbuatan. Dia memberitakan kabar baik dan melakukan pekerjaan baik. Dia melihat penderitaan fisik (orang sakit) dan membawa kesembuhan. Dan dia melayani orang kerasukan roh jahat dan membawa pelepasan. Dan karena dia melakukan ini, orang-orang mendengarkan. Lihat lagi pada ayat 6: “Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu.” Perbuatannya membuka jalan bagi kata-katanya. Ini menjadi contoh yang baik untuk kita ikuti. Ketika orang-orang yang tidak percaya melihat kita bekerja untuk meringankan penderitaan fisik di satu sisi, dan ketika mereka melihat perubahan spiritual yang datang ketika orang-orang mengalami kelepasan spiritual di sisi lain, maka mereka akan lebih mudah untuk mendengar Injil dan menerima Kristus.


Tuhan berkati.


By : Ps Daud Pramana



Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait