Yehezkiel 11 : 1-13
Ada peribahasa yang mengatakan: "Tak ada asap jika tak ada
api". Artinya, tidak ada akibat tanpa sebab.
Dalam kitab Yehezkiel 11:1-13, kita dapat melihat bahwa, hati bangsa Israel
tidak lagi setia kepada Allah, sehingga mereka mendapat kebalikan dari yang
mereka harapkan. Tembok kota tidak berguna sama sekali. Mereka tidak akan
terlindung, tetapi akan dibawa keluar dan mati terbunuh oleh pasukan Babel
(7-10). Mereka telah memulai kejahatan dengan membunuh penduduk Yerusalem. Kini
mereka menjadi korban kejahatan yang dilakukan oleh bangsa Babel. Allah
melakukan penghukuman sebagai peringatan bahwa akibat dari hidup tidak setia
kepada-Nya adalah datangnya kematian sebagai hukuman dari Tuhan (10-12). Inilah
yang membuat Yehezkiel memohon pengampunan bagi umat Israel.
Berhati-hatilah dalam menjalani hidup. Ingat bahwa ada akibat dari
setiap hal yang kita lakukan. Kita harus menghindari penyebab dosa dengan
menjaga hidup sesuai dengan kehendak Allah. Umat Israel pernah mengalaminya.
Pada awalnya mereka hidup aman dalam perlindungan Allah. Sejak mereka keluar
dari tanah Mesir, Tuhan selalu menolong dan menyertai mereka. Bahkan Tuhan
mencukupkan segala kebutuhan bangsa Israel.
Seiring berjalannya waktu mereka mulai jauh dari Tuhan, mereka bahkan menyembah
berhala, dan menjalani hidup dengan cara-cara yang jauh dari kehendak Allah.
Akibatnya, umat Israel hidup terbuang dari negerinya, serta menjadi tawanan
bangsa Babel. Hidup mereka serba tidak bebas dan terancam. Kita perlu
memperhatikan setiap kehidupan kita dengan saksama. Janganlah kita menggunakan
kelemahan manusia sebagai alasan untuk lepas tangan. Sekalipun ada pelanggaran
yang mendatangkan kesusahan, kita tetap dapat memohon anugerah pengampunan-Nya.
Allah tidak pernah mengabaikan umat-Nya yang mau bertobat.
By : Renilia Gea