Matius 13:44-47: 44"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta
yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi.
Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu
membeli ladang itu. 45 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang
yang mencari mutiara yang indah. 46Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi
menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."
Ada
hal menarik yang bisa kita pelajari dari perumpamaan ini:
1.
Perumpamaan
ini disampaikan oleh Yesus sendiri
Ada
banyak pasal dan ayat dimana Yesus menjelaskan kepada murid-muridNya dan orang
banyak dalam bentuk perumpamaan. Yesus ingin menjelaskan secara detail dan
mudah untuk dimengerti oleh orang-orang yang ada pada saat itu, sehingga Yesus
menyampaikan dalam bentuk perumpamaan.
2.
Dalam
pasal 44 dan 46 menjelaskan tentang kerajaan sorga.
Kerajaan sorga seperti harta terpendam di ladang kemudian orang menemukan harta tersebut dan orang sangat bersukacita akan hal itu. Karena sukacitanya, orang tersebut menjual hartanya lalu membeli ladang tersebut.
Hal yang begitu ekstrim dilakukan oleh orang tersebut, dia tidak hanya mengambil harta itu, tetapi menjual seluruh miliknya untuk membeli ladang itu supaya menjadi milik kepunyaannya.
Kesungguhan dan totalitas dan iman yang begitu besar yang sedang di tunjukkan oleh orang tersebut. Ada hal yang jauh lebih berharga yang harus dia kejar dan miliki sehingga dia dengan berani menjual miliknya untuk mendapatkannya, yaitu kerajaan sorga yang hanya dimiliki ketika dia memiliki Kristus dalam hidupnya. Hal berharga apa yang sekarang ini kita miliki yang membuat kita jauh dari Allah? Firman Tuhan ini mengajar kita untuk menjual sesuatu yang membuat kita jauh dari Allah, contoh kesibukan yang seolah-olah tidak ada waktu lagi kita menjalin hubungan dengan Tuhan, zona nyaman kita. Dan kita harus tinggalkan kemudian kembali kepada kasih yang mula-mula ketika kita mengenal Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita.
Sekali lagi Firman Tuhan ini
menegaskan jual dan milikilah Kristus dengan sepenuhnya.
Ada
beberapa contoh yang bisa kita lihat seperti: Zakheus; Matius pemungut cukai;
Petrus dan jemaat mula-mula dan banyak contoh lain yang dimana mereka memilih
Kristus sebagai pusat dari perjalanan hidup mereka seterusnya.
Ada
tiga hal penting yang ingin saya bagikan dalam renungan ini:
1. Kenali suara gembala kita
2. Ketika kita mengenal suara itu dengan benar maka kita akan hidup dan mengikuti Dia
3.
Dari
dua poin di atas ketika kita sudah hidup dan melakukannya maka kita akan dengan
berani menjual segala alasan dan kenyamanan kita dan hidup dalam Kristus
sepenuhnya.
“Allah
telah menganugerahkan kepada kita untuk menikmati kasih yang mula-mula di dalam
Dia dan sebagai milik kepunyaannya kita harus dengan sungguh-sungguh dan setia
hidup memuliakan Allah”.