Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

Inilah Paskah

Interpretasi Hulu - 22 April 2022
Total Dilihat : 81
Bagikan :

Para pecinta drama korea pasti pernah menonton film dengan judul “ MIRACLE IN CELL NUMBER 7” ,Film yang di rilis tahun 2013 ini sangat menguras perasaan dan air mata orang-orang yang menonton nya. Film yang berdurasi 127 menit ini menceritakan seorang ayah bernama Lee Yong Goo memiliki keterbelakangan mental. Ia mempunyai seorang putri kecil bernama Ye Sung .

            Awal dari cerita ini adalah ketika Ye Sung mempunyai satu keinginan. keinginannya sangat sederhana, yakni membeli tas kuning bergambar Sailor Moon. Ye Sung dan ayahnya selalu melewati toko tas tersebut untuk mengintip dari kaca dan berandai dapat segera memiliki tas Sailor Moon itu. Namun, sang ayah belum mempunyai uang untuk membeli tas tersebut.

Hingga pada suatu hari, ketika sang ayah sudah mendapatkan gaji dari pekerjaannya yaitu sebagai tukang parkir, mereka pun pergi ke toko tas untuk membelinya. Tetapi, tas yang hanya satu-satunya itu sudah di tangan pembeli, yaitu seorang  putri dari seorang komisaris polisi.

Sang ayah pun meminta anak tersebut untuk menjual tasnya kepada Ye Sung. Namun, anak tersebut tidak ingin memberikannnya. Setelah itu, anak komisaris polisi tersebut menemui Lee Yong Goo untuk memberi tahu bahwa ada toko lain yang menjual tas yang sama.

Ayahnya pun mengikuti anak tersebut. Namun, hendak mengikuti anak tersebut terjatuh di jalan sehingga meninggal dunia. Dari sini lah Lee Yong Goo terjebak sebuah kasus berat dengan tuduhan melakukan kekerasan seksual, penculikan, hingga pembunuhan.

Singkat cerita Lee Yong Goo akhirnya di tuntut hukuman mati dari pelanggaran yang tidak dibuatnya, Saat Ye sung putrinya sudah beranjak dewasa, dan saat itu lah Ye Sung kembali mengusut tentang kejadian tersebut, dan membuktikan bahwa ayahnya Lee Yong Goo tidaklah bersalah, walaupun ayahnya sudah meninggal dunia.

Sungguh sebuah cerita yang menyedihkan, tetapi peristiwa salah tangkap seperti ini sering terjadi juga di dunia nyata, salah satunya adalah kisah tiga orang bernama Ricky Jackson, Ronnie Bridgeman, and Wiley Bridgeman, pada tahun 1975 mereka adalah korban salah tangkap pihak kepolisian dengan kasus pembunuhan yang terjadi di lingkungan tempat tinggal mereka.

Mereka bertiga di tuntut hukuman mati yang kemudian mendapat keringanan dengan hukuman penjara, Ricky Jackson sendiri di hukum penjara selama 39 tahun sebelum akhirnya di bebaskan karena terbukti tidak bersalah pada tahun 2014. Sementara pelaku sebenarnya masih bebas tanpa hukuman.

Ketika membaca ini tentu kita merasa bahwa apa yang korban salah tangkap ini alami tentu tidak adil, mereka di hukum atas kesalahan yang tidak mereka lakukan sementara pelaku sebenarnya masih bebas tanpa hukuman sedikitpun. Namun cerita di atas mengingatkan kita  bahwa, bukankah kita juga adalah orang-orang yang patut di hukum tapi dibebaskan karena ada orang lain yang menggantikan hukuman kita ?

Ya, sama dengan cerita di atas, kita adalah orang-orang yang bebas dari hukuman karena seseorang yang lain menggantikan kita untuk dihukum. Bedanya ialah orang ini tidak salah tangkap tetapi Ia sengaja  menyerahkan diri agar saya dan saudara semua tidak dihukum.

Ia adalah Yesus, Tuhan dan juruselamat kita. 2000 tahun yang lalu IA menanggung semua kesalahan kita di kayu salib agar kita semua tidak binasa tetapi beroleh hidup yang kekal.

Inilah paskah itu, paskah adalah tentang saya dan saudara yang dibebaskan dari hukuman karena pengorbanan Yesus.

Yesaya 53 : 1-6

 

Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?

 

Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.       

           

Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.     

 

Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.

 

Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.          

           

Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.





By : Yap Hok Gi


Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait