Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

IMAN = KEBERANIAN ILAHI

Interpretasi Hulu - 01 September 2022
Total Dilihat : 75
Bagikan :

"Mereka mengajar dengan berani, karena mereka percaya kepada Tuhan." Kis 14: 3b


Selama hampir 1 bulan ini Indonesia dihebohkan oleh berita penembakan di rumah dinas Ferdy Sambo. Cerita inipun diskenario dengan sangat baik dan menyudutkan korban penembakan sebagai pelaku kejahatan. Namun kejanggalan-kejanggalan yang ada menimbulkan polemik besar, dan akhirnya kebohongan besar itu terbongkar setelah saksi kunci yang dikenal sebagai brada Eliezer berkata jujur dan mengakui semua sandiwara yang direkayasa oleh Ferdy Sambo. Kejujuran itu membuka Kebenaran yang sesungguhnya.

Ternyata dibalik keberanian Brada E ini, ada sebuah hal yang terjadi. LPSK(Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) mengirimkan seorang pendeta yang bernama Gilbert Lumoindong untuk menyampaikan kebenaran Firman Tuhan kepada Brada E. Firman Tuhan yang ditabur ini jatuh ditanah yang subur, dan Brada E ingin menebus kesalahannya dan menunjukkan Imannya meski dia bisa saja mendapat ancaman kehilangan nyawanya.

Dari kisah Brada Eliezer ini dan kisah para rasul  14:3b ini kita bisa mengambil satu benang merah yang jelas, yaitu Iman memberikan keberanian Ilahi.

Sekarang ini, kita mungkin saja berada dilingkungan yang penuh dengan kebohongan, penipuan, dan kemunafikan, tetapi Iman akan membawa kita kepada keberanian Ilahi yang menuntun kita untuk tetap berdiri sesuai kebenaran Firman Tuhan meski resikonya kita akan dijauhi, dimusuhi, tak dianggap, bahkan akan dibuat menderita. Kebohongan, kemunafikan, dan penipuan seperti ini bisa terlihat jelas diluar gereja, namun bisa begitu tertutup dan terbungkus rapi didalam gereja-gereja. Tetapi percayalah kepada Firman Tuhan "jika Allah dipihak kita, siapakah lawan kita" artinya jika Tuhan dipihak kita, orang yang memusuhi kita bukan sedang melawan kita, melainkan melawan Tuhan yang berada didepan kita sebagai benteng perlindungan. Mau tahu bagaimana nasib orang yang melawan Tuhan? Lihat saja nasib Firaun yang melawan Tuhan. Nasib Firaun Ini sekaligus mengajarkan kita juga agar kita tidak berkeras hati disaat kita tersesat dalam "kebenaran kita sendiri" yang bertentangan dengan firman Tuhan, karena sadar atau tidak, semua hal perbuatan kita yang bertentangan dengan firman Tuhan menandakan bahwa kita sedang menentang Tuhan Allah semesta alam.

3 hal penting dari tulisan ini:

1.   Kita semua dalam proses pertumbuhan rohani, dalam proses itu kita harus mengutamakan Iman dan menghidupi Firman Tuhan yang hidup, yang akan menuntun dan menegur kita disaat kita keluar dari jalurnya Tuhan.

2.   Beranilah menyatakan Iman kita dengan tidak kompromi dengan hal-hal yang bertentangan dengan kebenaran Firman Tuhan, meskipun ada resiko dibaliknya.

3.   Milikilah kerendahan hati untuk mau menerima teguran dan nesehat, karena teguran dan nesehatlah yang akan menyelamatkan kita dari "kebenaran sendiri" yang menyesatkan. Orang yang tidak mau menerima teguran dan nasehat inilah yang dikenal sebagai "0rang bebal".

 

Tuhan memberkati, menyertai dan melindungi kita semua dibawah kepak sayap Tuhan yang kuat. Amin!


By : Nur Indah Agustini Farasi


Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait