"Mereka mengajar dengan berani,
karena mereka percaya kepada Tuhan."
Selama
hampir 1 bulan ini Indonesia
dihebohkan oleh berita penembakan di rumah dinas Ferdy Sambo. Cerita inipun
diskenario dengan sangat baik dan menyudutkan korban penembakan sebagai pelaku
kejahatan. Namun kejanggalan-kejanggalan yang ada menimbulkan polemik besar,
dan akhirnya kebohongan besar itu terbongkar setelah saksi kunci yang dikenal
sebagai brada Eliezer berkata jujur dan mengakui semua sandiwara yang direkayasa
oleh Ferdy Sambo. Kejujuran itu membuka Kebenaran yang sesungguhnya.
Ternyata
dibalik keberanian Brada E ini, ada sebuah hal yang terjadi. LPSK(Lembaga
Perlindungan Saksi dan Korban) mengirimkan seorang pendeta yang bernama Gilbert
Lumoindong untuk menyampaikan kebenaran Firman Tuhan kepada Brada E. Firman
Tuhan yang ditabur ini jatuh ditanah yang subur, dan Brada E ingin menebus
kesalahannya dan menunjukkan Imannya meski dia bisa saja mendapat ancaman
kehilangan nyawanya.
Dari
kisah Brada Eliezer ini dan kisah para rasul
14:3b ini kita bisa mengambil satu benang merah yang jelas, yaitu Iman memberikan keberanian Ilahi.
Sekarang
ini, kita mungkin saja berada dilingkungan yang penuh dengan kebohongan,
penipuan, dan kemunafikan, tetapi Iman akan membawa kita kepada keberanian
Ilahi yang menuntun kita untuk tetap berdiri sesuai kebenaran Firman Tuhan
meski resikonya kita akan dijauhi, dimusuhi, tak dianggap, bahkan akan dibuat
menderita. Kebohongan, kemunafikan, dan penipuan seperti ini bisa terlihat
jelas diluar gereja, namun bisa begitu tertutup dan terbungkus rapi didalam
gereja-gereja. Tetapi percayalah kepada Firman Tuhan "jika Allah dipihak
kita, siapakah lawan kita" artinya jika Tuhan dipihak kita, orang yang
memusuhi kita bukan sedang melawan kita, melainkan melawan Tuhan yang berada
didepan kita sebagai benteng perlindungan. Mau tahu bagaimana nasib orang yang
melawan Tuhan? Lihat saja nasib Firaun yang melawan Tuhan. Nasib Firaun Ini
sekaligus mengajarkan kita juga agar kita tidak berkeras hati disaat kita
tersesat dalam "kebenaran kita
sendiri" yang bertentangan dengan firman Tuhan, karena sadar atau
tidak, semua hal perbuatan kita yang bertentangan dengan firman Tuhan
menandakan bahwa kita sedang menentang Tuhan Allah semesta alam.
3
hal penting dari tulisan ini:
1. Kita semua dalam proses
pertumbuhan rohani, dalam proses itu kita harus mengutamakan Iman dan
menghidupi Firman Tuhan yang hidup, yang akan menuntun dan menegur kita disaat
kita keluar dari jalurnya Tuhan.
2. Beranilah menyatakan Iman
kita dengan tidak kompromi dengan hal-hal yang bertentangan dengan kebenaran
Firman Tuhan, meskipun ada resiko dibaliknya.
3. Milikilah kerendahan hati
untuk mau menerima teguran dan nesehat, karena teguran dan nesehatlah yang akan
menyelamatkan kita dari "kebenaran
sendiri" yang menyesatkan. Orang yang tidak mau menerima teguran dan
nasehat inilah yang dikenal sebagai "0rang
bebal".
Tuhan
memberkati, menyertai dan melindungi kita semua dibawah kepak sayap Tuhan yang
kuat. Amin!
By : Nur Indah Agustini Farasi