Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

Hiduplah Oleh Firman

Interpretasi Hulu - 08 September 2021
Total Dilihat : 161
Bagikan :

Mari kita Baca Matius 4:1-4

"Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis."

Dalam ayat ini kita belajar tentang 2 kebenaran yang musti kita percaya, bahwa dalam hidup ini kita gak akan hanya melalui jalur yang bebas hambatan, yang enak-enak aja. Adakalanya Tuhan sebagai Gembala yang baik di Mazmur 23 “… sekalipun aku berjalan di lembah kekelaman” yang artinya ada momen Tuhan mengizinkan kita melalui jalan-jalan yang sulit tersebut. Jadi ketika kita mengalaminya, kita ga perlu kecewa sama Tuhan, karena ini memang kebenaranNya.

Berikutnya kita harus mengingat bahwa Tuhan tidak mencobai dan dicobai oleh siapapun, walaupun Dia mengizinkan kita, kerap sekali dalam hidup ini sepertinya dicobai.

"Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.”

Pertanyaannya apakah iblis terlambat yang mencobai seseorang mengenai makanan ketika Dia sudah selesai berpuasa? Kenapa iblis mencobai Yesus yang dikatakan akhirnya laparlah Yesus yang artinya ini puncak dari kelaparan-Nya atau iblis sengaja datang di waktu ini untuk mencobai Yesus, ketika Dia lapar. Iblis percaya ini waktu yang tepat untuk mencobai Yesus ketika Yesus lapar, ketika masa berpuasa sudah selesai, yang artinya makan sudah boleh. Ini pembelajaran bagi kita, bahwa iblis paling lihai mencari waktu yang paling tepat untuk mencobai kita sebagai manusia di dalam kelemahan kita, lapar, lelah, lagi kesal. Iblis mencobai kita dengan hal yang sudah boleh. Makan ketika masa berpuasa sudah selesai itu boleh, “Jika Engkau Anak Allah perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” Sepertinya iblis mempertanyakan kuasa Yesus dan menantangnya. Iblis kerap kali akan mencobai kita dengan membuat kita mempertanyakan status kita, kita punya identitas dimulai dengan, “jika engkau anak Allah..” dan tentunya iblis akan memancing kita untuk membuktikan diri seolah-olah menantang kita. “kalau kamu anak Allah, bisa ga kamu perintahkan batu-batu menjadi roti?” pertanyaannya bukan bisa apa engga, tentu bisa, tapi kalau Yesus taat kepada iblis di sini maka Yesus jatuh pada pencobaan ini, pencobaan yang juga kerap kali kita alami untuk menjadikan yang baik seperti roti. Yang baik artinya yang udah boleh, makan setelah masa berpuasa itu selesai udah boleh. Menjadikan hal yang baik yang kayaknya boleh menjadi hal yang utama. Apa hal-hal baik yang bisa jadi paling penting dalam hidup kita, kerja, keluarga, bisnis, dll.

Banyak hal dalam hidup ini merupakan hal-hal baik bukan hal buruk, kita tampaknya sudah cukup cerdas untuk tidak melakukan karena dapat merusak diri. Iblis sering kali datang ke hidup kita lewat hal-hal baik tapi dia menggoda kita untuk menjadikan hal baik ini menjadi yang utama, karena ketika yang baik menjadi utama maka hal utama akan terbengkalai.

"Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

Artinya ada hal yang lebih penting bagi Yesus saat itu. Di saat itu ketika Yesus sudah lapar karna 40 hari ga makan, iblis seolah membangkitkan kekhawatiran “lu mesti makan, kan udah boleh makan, nanti bisa mati lo” tapi Yesus dengan berani menjawab, “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

Artinya :]

1.   Sebagai Anak Allah, kita harus mengingat bahwa hidup mati kita di tangan Tuhan. Bukan ditentukan dari sesuatu “jasmani” yang sebatas roti.

2.  Hidup kita ditentukan oleh perkataan Tuhan, artinya tidak mengikuti kekhawatiran kita. Implikasi paling sederhana, kita harus mengingat bahwa tubuh kita               bukan hanya jasmani tapi juga rohani, setiap kali kita ingat tubuh perlu makan maka rohani kita juga perlu diberi makan dan hanya Firman Tuhan yang bisa             memberi makan kerohanian kita, kita ga bisa mengisi sendiri kekosongan dan kehausan rohani kita.

 

Yesus tau persis, kalau Yesus menjawab seperti tantangan iblis. Yesus tau bahwa Yesus tunduk kepada iblis, kalah hanya karena cobaan dan menggantikan Firman Tuhan, apa yang Tuhan bilang. Di sini Yesus seolah berkata, “Saya akan makan bukan karena saya udah boleh makan, tapi karena ketika Bapa sudah memberikan instruksi bahwa saya harus makan.”


Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait