Sampai awal tahun 2020, tidak pernah terpikirkan oleh kita akan ada satu virus yang bisa
membatasi pergerakan manusia. Perayaan pesta pernikahan dibatasi. Besar, kecil, tua, muda
bisa meninggal akibat COVID – 19. Kita tidak bisa pergi untuk besimpati kepada yang
berduka, bahkan acara penguburan saja hanya dilakukan oleh tenaga medis dan keluarga
terdekat dengan protocol ketat (Yeremia 16).
Di tengah kondisi di mana hidup berdampingan dengan “kusta” zaman now, kita bersyukur
karena Kristus ada dalam kehidupan kita. Dia selalu ada untuk kita dan sudah seharusnya kita
mengandalkan Dia dalam setiap aspek hidup kita.
Yohanes 15:5 – "Akulah Pokok Anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa
tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu
tidak dapat berbuat apa – apa."
Sekuat apapun ranting, dia tidak bisa hidup tanpa pokok. Yesus adalah sumber segalanya.
Tanpa Dia, kita tidak bisa berbuat apapun. Dia lebih tahu tentang kita, apa yang menjadi
kebutuhan dan doa kita. Dia adalah pusat kehidupan kita. Kita, anak-Nya, tidak bisa berdiri
sendiri dengan segala kelebihan yang dia berikan. Kesehatan, hikmat, akal budi dan lainnya itu
semua pemberian Tuhan. Yang Dia inginkan dari kita adalah hidup dalam Yesus sehingga kita
tidak perlu kuatir terhadap apa yang terjadi.
Apa yang dimiliki Sang Pokok pasti akan dimiliki oleh ranting. Sang Pokok tidak akan bisa
memilih ranting A dapat “air” 10%, ranting B dapat “air” 90%. Ketika kita hidup dalam Dia,
maka Dia akan memberikan sama kepada semuanya, 100%. Amin
By : Prima Putra Salim