“Ajarlah kami menghitung hari – hari
kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana” (Mazmur 90 : 12 )
Penggalan Firman Tuhan
diatas adalah sebahagian doa Musa yang saya percaya juga menjadi doa kita orang percaya agar diberikan
hati yang bijaksana. Sebagai orang yang percaya kita dituntut memiliki hati
yang bijaksana dalam melakoni kehidupan kita baik itu dalam pekerjaan kita
sehari-hari maupun dalam pelayan yang dipercayakan gereja kepada kita.
Adapun maksud bijaksana dalam
renungan ini adalah bukanlah ditujukan kepada orang yang sudah tua atau berusia
lanjut karena orang yang sudah lanjut usia belum tentu bijaksana, dan
orang yang masih sangat muda belum tentu tidak bijaksana.
Orang yang memiliki hati
bijaksana menurut pemazmur ( Musa ) dalam renungan ini adalah :
1. Orang yang mengaku hanya
kepada Allah satu-satunya tempat perteduhan dan perlindungan. Tidak ada tempat yang
aman tempat perteduhan kita di dunia
ini. Rumah yang baik sekalipun tidak menjamin tempat perteduhan kita, bahkan
kota yang megah dimana kita tinggal tidak menjamin keselamatan kita. ( Mazmur
90:1-2 )
2. Orang yang terbuka artinya adalah orang yang
menyadari bahwa apapun pelanggaran yang dilakukan tidak ada yang dapat
disembunyikan dihadapan Allah dengan demikian orang tersebut akan berusaha
hidup jujur dan apa adanya termasuk dalam pelayanan . ( Mazmur 90: 8 )
3. Orang yang menyadari bahwa
hidup ini singkat dan terbatas. Pemazmur menyampaikan bahwa hidup kita sangat
singkat dan terbatas yang diumpamakan bagaikan orang yang bermimpi, bagaikan
rumput dan bagaikan penjaga malam yang akan berganti siang . ( Mazmur 90:4-6 )
Firman Tuhan dalam Kitab
Mazmur 103:15-16 ( Daud ) juga menyinggung mengenai singkat dan terbatasnya
hidup kita dimana dikatakan “Adapun manusia, hari-harinya seperti
rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin
melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.”
Dari tiga poin diatas kita dituntut menjadi
orang yang bijaksana dalam menjalani hidup di dunia, kita mulai mengevaluasi
diri kita masing-masing apakah yang telah kita lakukan selama ini sudah seturut
kehendak Allah dan sisa hidup kita kedepan kita berusaha mendedikasikan hidup
kita untuk kemuliaan Tuhan dan memenangkan hati Tuhan serta menjadikan hidup
kita menjadi alatNya untuk memberkati
banyak orang.
Demikian Renungan pagi yang sederhana dan terbatas ini saya bagikan untuk kita semua, biarlah Roh Kudus yang menolong kita supaya menjadi orang yang berhati BIJAKSANA, Amen…!!!
By : Melki Sapolenggu