Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

Hati Yang Bijaksana

Interpretasi Hulu - 23 Juni 2022
Total Dilihat : 212
Bagikan :

“Ajarlah kami menghitung hari – hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana” (Mazmur 90 : 12 )

Penggalan Firman Tuhan diatas adalah sebahagian doa Musa yang saya percaya  juga menjadi doa kita orang percaya agar diberikan hati yang bijaksana. Sebagai orang yang percaya kita dituntut memiliki hati yang bijaksana dalam melakoni kehidupan kita baik itu dalam pekerjaan kita sehari-hari maupun dalam pelayan yang dipercayakan gereja kepada kita.

Adapun maksud bijaksana dalam renungan ini adalah bukanlah ditujukan kepada orang yang sudah tua atau berusia lanjut karena orang yang sudah lanjut usia belum tentu bijaksana, dan orang yang masih sangat muda belum tentu tidak bijaksana.

Orang yang memiliki hati bijaksana menurut pemazmur ( Musa ) dalam renungan ini adalah :

1.    Orang yang mengaku hanya kepada Allah satu-satunya tempat perteduhan dan perlindungan. Tidak ada tempat yang aman tempat perteduhan kita  di dunia ini. Rumah yang baik sekalipun tidak menjamin tempat perteduhan kita, bahkan kota yang megah dimana kita tinggal tidak menjamin keselamatan kita. ( Mazmur 90:1-2 )

2.    Orang yang terbuka artinya adalah orang yang menyadari bahwa apapun pelanggaran yang dilakukan tidak ada yang dapat disembunyikan dihadapan Allah dengan demikian orang tersebut akan berusaha hidup jujur dan apa adanya termasuk dalam pelayanan . ( Mazmur 90: 8 )

3.    Orang yang menyadari bahwa hidup ini singkat dan terbatas. Pemazmur menyampaikan bahwa hidup kita sangat singkat dan terbatas yang diumpamakan bagaikan orang yang bermimpi, bagaikan rumput dan bagaikan penjaga malam yang akan berganti siang . ( Mazmur 90:4-6 )

Firman Tuhan dalam Kitab Mazmur 103:15-16 ( Daud ) juga menyinggung mengenai singkat dan terbatasnya hidup kita dimana dikatakan “Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.”

Dari tiga poin diatas kita dituntut menjadi orang yang bijaksana dalam menjalani hidup di dunia, kita mulai mengevaluasi diri kita masing-masing apakah yang telah kita lakukan selama ini sudah seturut kehendak Allah dan sisa hidup kita kedepan kita berusaha mendedikasikan hidup kita untuk kemuliaan Tuhan dan memenangkan hati Tuhan serta menjadikan hidup kita menjadi alatNya  untuk memberkati banyak orang.

          Demikian Renungan pagi yang sederhana dan terbatas ini saya bagikan untuk kita semua, biarlah Roh Kudus yang menolong kita supaya menjadi orang yang berhati BIJAKSANA, Amen…!!!



By : Melki Sapolenggu


Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait