Shalom saudara-saudara terkasih, dalam kesempatan ini kita belajar tentang "Gambar Diri" orang percaya yang sesungguhnya.
Gambar diri yang dimaksud bukanlah seperti gambar yang dilukis oleh seniman hebat atau hasil dari kamera yang bagus, namun gambar diri yang dimaksud adalah citra diri atau karakter (rangkaian tingkah laku yang dilakukan selama hidup). Dan gambar diri ini tidak bisa ditangkap dalam satu momen melalui kamera berteknologi tinggi dan juga tidak bisa dilukiskan oleh seniman hebat manapun dibumi ini. Gambar diri menunjukkan siapa kita yang sebenarnya, bukan hasil kepura-puraan, bukan dilihat dari nama kita saja namun melalui kehidupan kita.
Bila kita mau melihat gambar diri kita yang sesungguhnya, kita harus berani seperti Daud berdoa : "Mazmur 26:2 (TB) Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku. Daud mau melihat dan menyelidiki gambar dirinya langsung kepada Allah bukan meminta pendapat manusia. Manusia kebanyakan menilai dari apa yang dilihat mata namun Tuhan melihat kedalaman hati, pikiran, perasaan setiap manusia.
Sejak semula dari taman Eden, gambar diri manusia telah rusak. Tidak berbentuk seperti yang Allah kehendaki. Rusaknya gambar diri manusia mendorong Allah untuk mengutus anak-Nya yang tunggal kedalam dunia untuk memulihkan gambar diri kita agar kembali segambar dan serupa dengan Allah.
Dalam Matius 22:15, orang-orang Farisi berkumpul berunding untuk menjerat Tuhan Yesus. Hal yang menarik disini kita melihat bahwa betapa rusaknya gambar diri manusia sehingga Tuhan Yesus saja yang agung dijerat oleh mereka, ingin dijatuhkan dan ingin dihancurkan. Inilah contoh gambar diri yang rusak, manusia selalu berencana untuk berbuat jahat. Bila hal ini terdapat dalam setiap kita maka rusaklah gambar diri kita. Tidak peduli siapa kita, jabatan kita, pelayanan kita, bisnis kita, keluarga kita atau bahkan telah bercakap-cakap dengan Tuhan Yesus pun seperti orang-orang Farisi ini bila hatinya jahat maka gambar diri kita rusak. Rusak berarti tidak berkenan kepad Allah.
Apa yang kita persembahkan kepada Tuhan bila gambar diri kita rusak?
Matius 22:20-21 (TB) Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?" Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."
Orang percaya harus menghiasi gambar dirinya dengan tulisan Firman Allah yang di hidupi seumur hidupnya, sehingga gambar dirinya memiliki kejelasan sesuai thema kita "Alive in Clarity" (hidup dalam kejelasan) bukan daerah abu-abu yang susah ditebak. Ini hal yang wajib kita lakukan karena hidup kita adalah persembahan kita yang sebenarnya kepada Tuhan. Dengan demikian gambar diri kita akan menjadi persembahan yang harum dan berkenan yang disukai Allah.
Doa Pribadi : Bapa di Sorga, ampuni aku atas segala dosa dan kesalahan di masa lalu. Bimbing aku ya Roh Kudus agar aku dapat memiliki gambar diri yang tepat, dan selalu ingatkan bahwa aku berharga di mata Tuhan. Amin!
By : Inter Hulu