Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

FIRMAN YANG MENGUBAHKAN

Interpretasi Hulu - 14 Februari 2023
Total Dilihat : 267
Bagikan :

Shalom,
Dikitab ;
Yakobus 1:21 sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam didalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu

Dari Injil diatas dimana Yakobus memberikan kita 2 nasehat yang penting dan yang berkaitan dengan perkataan yang mempengaruhi kehidupan kita.


Nasehat yang 1 adalah kita harus membuang segala sesuatu yang kotor dan jahat, yakni perkataan² yang kejam, kotor atau pun jahat, perkataan² ini keluar dari mulut kita karena itu merupakan representasi dari hati kita, seperti yang Tuhan ajarkan bahwa apa yang keluar dari mulut kita itulah yang menajiskan kita. Yakobus menasehatkan kita supaya kita membuang semua hal yang jahat dan buruk tsb, namun bagaimana caranya? Cara nya yaitu hati kita diubahkan terlebih dahulu sebab persoalan buruknya sikap dan perkataan manusia berasal dari hati. 

Namun bagaimana caranya supaya hati kita diubahkan? Maka dari Injil diatas Yakobus mengatakan bahwa firman Tuhan itulah kuncinya, segala sesuatu yang tidak baik dalam hidup kita harus kita buang, cara membuang hal yang tidak baik dalam hidup kita dengan cara mengisi hidup kita dengan hal-hal yang baik, contoh seperti air kotor dalam gelas, cara membuang air kotor itu dengan cara mengisi gelas itu terus menerus sehingga dengan air yang bersih sampai air yang bersih itu memenuhi gelas tersebut begitu juga dengan hidup kita harus di isi dengan yang baik yaitu firman Tuhan, kalau firman Tuhan setiap hari kita baca dan kita praktekan dalam hidup kita maka lama kelamaan sifat-sifat yang buruk dan perkataan yang tidak membangun akan terbuang dan di gantikan oleh tindakan dan perkataan yang memberkati orang lain.

Firman Tuhan adalah sarana yang Tuhan gunakan untuk menjadikan kita sebagai ciptaan baru. Firman Tuhan akan bekerja dengan efektif dalam kehidupan kita jika kita menyambutnya.

Dari Injil diatas dimana Yakobus mengingatkan kita supaya firman Tuhan kita terima dengan lemah lembut, yang dimaksud lemah lembut di sini tidaklah hanya sekedar penuh keterbukaan namun, istilah ini menunjukkan kepada sikap seseorang yang rela hati mempercayai hidupnya kepada apa yang diterimanya. 

Firman Tuhan ini bukanlah hanya sekedar harus diterima dengan terbuka. Namun harus di percayai dan di jadikan pegangan hidup bagi kita.
Tuhan Yesus Memberkati, Amin


By : Yana Frawanti Daya


Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait