“Doa
Nehemia”
Nehemia 1 : 4-5 Ketika kudengar berita ini, duduklah aku
menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat
Allah semesta langit, kataku: ”Ya, TUHAN, Allah semesta langit, Allah yang maha
besar dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap
orang yang kasih kepada-Nya dan tetap mengikuti perintah-perintah-Nya
Nehemia, seorang
Yahudi yang menjadi kepercayaan raja Persia. Nehemia sudah memiliki kedudukan
yang penting dengan menjadi juru minuman raja Artahsasta dan memiliki akses
secara langsung kepada raja. Pada bulan Kislew tahun kedua puluh, Nehemia
mendengar kabar buruk yang terjadi di Yerusalem dan ia berpuasa dan berdoa
memohon pertolongan Tuhan.
Doa Nehemia
menjadi doa yang menyentuh hati karena ia memulai doa itu dengan menceritakan
betapa luar biasanya dan hebatnya Allah itu sendiri, lalu ia mengakui dosa yang
diperbuat oleh dirinya, keluarganya serta bangsanya, dan diakhiri dengan
teriakan minta tolong.
Yang menarik dari
doa Nehemia adalah ia tidak memulai
doanya dengan meminta pertolongan. Ia memulai doanya dengan menunjukkan bahwa
Tuhan selalu memegang setiap janji-Nya dan mengasihi mereka yang mengasihi-Nya.
Ia seolah mengingtkan Tuhan bahwa Dia selalu setia dan tidak pernah ingkar. Nehemia
tidak takut menuntut setiap janji-janji Tuhan dan mengingatkan Tuhan akan
janji-janji-Nya. Selain itu, meskipun ia orang yang taat kepada Tuhan, ia mau
ikut mempersamakan diri dengan bangsanya yang berdosa di hadapan-Nya.
Dari Nehemia kita
belajar bahwa kita harus mengenal siapa Allah kita, karena tidak mungkin untuk
seseorang menuntut janji Allah kalau ia tidak mengetahui janji yang di berikan
oleh Allah. Kita juga harus memiliki spiritualitas/relasi yang baik dengan Allah
sehingga dapat mempercayai bahwa Allah yang memberikan janji dan Allah pula
yang akan menggenapinya.