Confession
Akar, ia begitu gigih mencari air,
menembus tanah yang keras, demi sebatang pohon. Ketika pohon tumbuh berdaun
rimbun, berbunga indah, lalu berbuah lebat, tapi orang memuji pohon itu. Apakah
akar juga mendapat pujian? Tidak sama sekali! Tapi akar tak pernah mengeluh, ia
tetap berada tersembunyi di dalam tanah dan terus bekerja untuk mencari makanan
bagi pohon agar tetap tumbuh dan berbuah, dari akarlah kita belajar tentang
ketulusan dan kerendahan hati.
Apapun yang kita perbuat, untuk kebaikan
perbuatlah dengan segenap hati, jangan setengah hati. Seperti akar yang menabur
kebaikan untuk kehidupan pohon, teruslah berbuat baik bagi sesama selama kita
dapat. Bila semua orang mau rendah hati dan berani mengakui: Aku yang Salah,
maka dunia akan menjadi damai.
Sayang sekali yang sering terjadi
adalah saling menyalahkan dan akhirnya..., engkau yang salah. Sebab banyak
orang selalu merasa dirinya paling benar, bahkan jika bersalahpun masih merasa
benar. Tinggalkan cara yang cenderung saling menuduh dan menyalahkan.
Kalau orang mau saling mengaku salah
dan pengakuan itu memang keluar dari hati yang tulus, maka banyak persoalan
dapat diselesaikan dengan mudah, banyak pertikaian dan masalah dapat dihindari
dan banyak kemelut dapat dipadamkan. Mengaku salah bukan berarti merendahkan
derajat kita, malah akan membuat orang sekitar kita bertambah respek terhadap kita.
"Apabila kamu senang, bersukacitalah; dan apabila kamu
susah, Ingatlah bahwa kesenangan dan kesusahan, kedua-duanya datang daripada
Allah. Manusia tidak tahu apa yang akan berlaku selanjutnya." (Pengkhotbah
7: 14). Amien.
By : Prima Putra Salim