1 Samuel
17:34-36 (TB) Tetapi Daud berkata kepada
Saul: "Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila
datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya,
maka aku
mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian
apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu
menghajarnya dan membunuhnya.
Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup."
Hari-hari ini gereja lokal kita belajar tentang DIVINE INTERVENTION atau campur tangan Ilahi(Tuhan). Hari ini saya akan sharing tentang DIVINE INTERVENTION Dalam kehidupan Raja Daud. Pada nats diatas, Daud begitu percaya diri untuk mendapatkan perkenanan raja Saul menghadapi panglima tinggi perang bangsa Filistine yang bernama Goliat, disaat tak satupun dari pasukan Israel yang terlatih itu berani maju menghadapi Goliat. Mengapa Daud mengucapkan perkataan pada nats diatas? Tak lain karena raja Daud telah melihat Divine Intervention Tuhan dalam kehidupanNya. Kenapa Daud bisa mengalami Divine Intervention? Ini lahir dari kebiasaan tiap-tiap hari ketika Daud menyembah dan bermazmur bagi Tuhan sembari menjaga dom-domba ayahnya. Kebiasaan inilah yang membuat Tuhan selalu ada bersama-sama Daud, karena Tuhan disenangkan dengan kehidupan penyembahan Daud, bahkan Daud juga dijuluki dengan sebutan "Seorang yang berkenan dihatinya Tuhan"1 Samuel 13:14b( Tuhan telah memilih seorang yang berkenan dihati-Nya dan Tuhan telah menunjuknya menjadi raja atas umat-Nya). Ada 2 hal yang ingin saya bagikan lewat tulisan ini :
Divine Intervention
akan terjadi saat kita mencari perkenanan hati-Nya Tuhan dengan benar-benar
hidup sebagai hamba yang penuh penyembahan(perkataan dan perbuatan) kepada sang
Raja.
By : Nur Indah Agustini Farasi