Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

Bahasa Kasih

Interpretasi Hulu - 16 September 2022
Total Dilihat : 133
Bagikan :

1 Korintus 13:1-3 (TB)  Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.

Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.  

Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.

1 Yohanes 4:8 (TB)  Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. 

Ayat ini mengajarkan kita bahwa segala sesuatu yg kita lakukan harus disertai dengan kasih. Saat kita memutuskan untuk menjadi pengikut Kristus, kita tidak hanya sebatas mengatakan “Ya Tuhan saya percaya”, tetapi lebih dari itu, kita dipanggil untuk mengikuti dan menerapkan teladan hidup Tuhan Yesus. 

Perlu diingat, kekristenan bukan hanya sekedar agama atau ritual - ritual ibadah, saat kita sendiri sudah menerima dan merasakan kasih Kristus itu mengalir di dalam diri kita, kita pun bisa menjadi sumber saluran kasih Tuhan dalam kehidupan sehari - hari. 

Yesus sendiri adalah contoh teladan yang sempurna, Ia adalah gambaran kasih yang sempurna.

Di dunia yang semakin egosentris ini, sudahkah kita mengasihi orang lain? Adakah hati kita tergugah untuk merangkul jiwa - jiwa yang terluka? Sudahkah kita mempraktekan kasih yang surgawi pada sekitar kita?

Perlu kita sadari, kita diselamatkan karena kasih karunia dari Tuhan, bukan karena daya atau upaya kita. Mari praktekan kasih dalam kehidupan sehari - hari, mulai dulu dari anggota keluarga, teman / sahabat, dan berdampak dimanapun kita berada.

Suatu hari saya tersentuh sekali saat melihat seorang guru sekolah minggu yang sedang melayani anak - anak. Saat itu di kelas ada beberapa anak yang mengalami kendala komunikasi (berkebutuhan khusus), orang tua pun kewalahan untuk menenangkan anak tersebut. Di kala sang ibu mulai frustasi, guru sekolah minggu ini datang menghampiri si anak dengan kasih, lemah lembut memeluk dan menenangkan. Memberikan ruang dan membimbing si anak untuk mulai berdoa. Guru sekolah minggu itu kemudian membisikan kata - kata penghiburan untuk sang ibu : Ada satu bahasa yang bisa dimengerti oleh semua anak bagaimanapun kondisi mereka, yaitu Bahasa Kasih. 

Akhirnya ibu & anak mengalami kasih Tuhan melalui pelayanan guru sekolah minggu ini.

“Hanya Kasih yang bisa mengubah dunia ini menjadi surga “ seperti yang tertulis di doa Bapa Kami : Dibumi seperti di surga


By : Fenita Rusli


Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait