Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

Siapakah yang berbahagia?

Yefron Rumapea - 20 Oktober 2022
Total Dilihat : 88
Bagikan :

Siapakah yang berbahagia?

 

21Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: "Tambah sajalah korban bakaranmu kepada korban sembelihanmu dan nikmatilah dagingnya! 22Sungguh, pada waktu Aku membawa nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir Aku tidak mengatakan atau memerintahkan kepada mereka sesuatu tentang korban bakaran dan korban sembelihan; 23hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia! 24Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memberi perhatian, melainkan mereka mengikuti rancangan-rancangan dan kedegilan hatinya yang jahat, dan mereka memperlihatkan belakangnya dan bukan mukanya.25Dari sejak waktu nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir sampai waktu ini, Aku mengutus kepada mereka hamba-hamba-Ku, para nabi, hari demi hari, terus-menerus, 26tetapi mereka tidak mau mendengarkan kepada-Ku dan tidak mau memberi perhatian, bahkan mereka menegarkan tengkuknya, berbuat lebih jahat dari pada nenek moyang mereka. 27Sekalipun engkau mengatakan kepada mereka segala perkara ini, mereka tidak akan mendengarkan perkataanmu, dan sekalipun engkau berseru kepada mereka, mereka tidak akan menjawab engkau. 28Sebab itu, katakanlah kepada mereka: Inilah bangsa yang tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allah mereka, dan yang tidak mau menerima penghajaran! Ketulusan mereka sudah lenyap, sudah hapus dari mulut mereka."

 

Mengapa Allah menyampaikan pesan ini kepada Yeremia, alasan yang paling tepat adalah kita bisa baca dari pasal 7 ayat 1, Israel dapat digambarkan sebagai bangsa yang tegar tengkuk, mereka hanya mengikuti keinginan hati mereka dan mengabaikan kebenaran Allah, mereka memiliki sikap hidup yang buruk di hadapan Allah. Mereka selalu hidup di dalam dosa yang membawa murka Allah atas bangsa itu. Ayat 15 dalam pasal 7 dikatakan bahwa “Aku akan melemparkan kamu dari hadapan-Ku...” artinya adalah bahwa bangsa itu tidak layak dihadapan Allah, persembahan atau korban yang mereka berikan hanya sebagai simbolis untuk mereka kemudian bisa melakukan dosa yang sama, dan kehidupan seperti itu adalah kehidupan yang tidak diinginkan oleh Allah. Itu sebabnya Allah dengan tegas menyampaikan pesan ini kepada bangsa Israel melalui Yeremia. Dan pada ayat 21 masih di pasal 7 lebih jelas lagi Allah menyampaikan bahwa perintah yang diberikan oleh Allah ketika membawa nenek moyang mereka keluar dari tanah Mesir bukan korban bakaran dan korban sembelihan, melainkan ada perintah yang sesungguhnya yang disampaikan oleh Allah, supaya mereka memperoleh kebahagian dan kemerdekaan yang sesungguhnya dari Allah. Ada dua perintah yang disampaikan oleh Allah, dan saya percaya bahwa perintah yang sama sedang disampaikan oleh Allah kepada gereja-Nya.

 

1.              Yang mendengarkan suara-Ku

          Roma 10:17 “jadi iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus” dalam perumpamaan tentang gembala yang baik, Yesus juga menyampaikan dengan tegas supaya kita sebagai domba Allah mengenali suara gembala kita. Suara yang membawa kita kepada kehidupan kekal, yang menuntun, mengajar, menyatakan kesalahan dan memperbaiki kelakukan 2 Timotius 3:16  kita di dalam Tuhan. Iman kita akan bertumbuh dan menghasilkan buah ketika kita dengan setia mendengarkan Firman Allah, karena Firman itu yang menuntun langkah kita, untuk sampai pada tujuan Allah dalam hidup kita.

 

2.             Yang mengikuti  Jalan Allah

          Jemaat Tuhan, pertanyaannya adalah, jalan seperti apa yang sedang kita jalani hari-hari ini? Mungkin kita lagi bahagia menjalani yang sudah berjalan sekarang, tapi apakah benar itu jalan seperti yang di inginkan Allah atau jalan kebenaran yang sesuai kebenaran firman Allah? Amsal 16:25 “Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut” Saya mau ajak jemaat Tuhan, untuk kita berhenti sejenak dan ambil waktu khusus dengan Tuhan, dan mari kita serahkan seluruh jalan kita kepada Tuhan dan kita mengikuti jalan yang di perintahkan Allah bagi kita, yaitu tetap hidup di dalam Kristus, memancarkan kasih Kristus kepada semua orang, dan memiliki kualitas sikap hidup yang benar dihadapan Allah dan sesama. Saya percaya ketika kita ada di dalam jalan yang diperintahkan Allah bagi kita, maka kita akan memperoleh KEBAHAGIAN YANG SEJATI dalam segala hal. 


Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait