Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

Campur Tangan Ilahi

Interpretasi Hulu - 19 Juli 2022
Total Dilihat : 92
Bagikan :

1 Samuel 17:34-36 (TB)  Tetapi Daud berkata kepada Saul: "Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya,

maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya.

Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup."

Hari-hari ini gereja lokal kita belajar tentang DIVINE INTERVENTION atau campur tangan Ilahi(Tuhan). Hari ini saya akan sharing tentang DIVINE INTERVENTION Dalam kehidupan Raja Daud. Pada nats diatas, Daud begitu percaya diri untuk mendapatkan perkenanan raja Saul menghadapi panglima tinggi perang bangsa Filistine yang bernama Goliat, disaat tak satupun dari pasukan Israel yang terlatih itu berani maju menghadapi Goliat. Mengapa Daud mengucapkan perkataan pada nats diatas? Tak lain karena raja Daud telah melihat Divine Intervention Tuhan dalam kehidupanNya. Kenapa Daud bisa mengalami Divine Intervention? Ini lahir dari kebiasaan tiap-tiap hari ketika Daud menyembah dan bermazmur bagi Tuhan sembari menjaga dom-domba ayahnya. Kebiasaan inilah yang membuat Tuhan selalu ada bersama-sama Daud, karena Tuhan disenangkan dengan kehidupan penyembahan Daud, bahkan Daud juga dijuluki dengan sebutan "Seorang yang berkenan dihatinya Tuhan"1 Samuel 13:14b( Tuhan telah memilih seorang yang berkenan dihati-Nya dan Tuhan telah menunjuknya menjadi raja atas umat-Nya). Ada 2 hal yang ingin saya bagikan lewat tulisan ini :

  1. Divine Intervention memberi KEBERANIAN. Sebuah pepatah lama berkata "seorang pemberani bukannya tidak punya rasa takut, tetapi seseorang yang berani menghadapi ketakutannya". Rasa takut bukanlah sebuah dosa, karena itu adalah reaksi dari sisi kemanusiaan normalnya, tetapi jika kita membiarkan rasa takut ini menjadi rasa ketakutan(KEKUATIRAN) maka itu adalah sebuah dosa. Bukankah Yesus mengalami rasa takut menghadapi penyalibanNya, hingga keringatnya menjadi tetesan darah saat berdoa di taman Gentsemani? Tuhan Yesus tidak berdosa karena rasa takut itu, karena Dia tidak membiarkan rasa takut itu berubah menjadi rasa ketakutan(kekuatiran)yang menyebabkan dosa, sehingga Yesus menjadi pemenang. Setiap kita memiliki tantangan-tantangan dalam kehidupan, yang terkadang menimbulkan rasa takut, tetapi beranilah menghadapinya bersama Tuhan, maka kita akan menjadi seorang yang lebih dari pemenang.
  1. Divine Intervention memberi KEMENANGAN. Dari raja Daud kita belajar bahwa Divine Intervention membawa kemenangan. Raja Daud telah menghadapi banyak peperangan, baik perang dimedan perang maupun dengan hal-hal lain. Ada 1 peperangan dimana Raja Daud kalah yaitu disaat tidak ada Divine Intervention dari Tuhan. Kapan itu terjadi? Saat dia berperang dengan dirinya sendiri, dengan pikirannya, dengan hatinya, yaitu saat mengingini Betsyeba istri Uria. Saat itu dia bertindak dengan kemauannya sendiri tanpa Divine Intervention Tuhan, sangat berbeda dengan peperangan lain yang dihadapinya dimana ada Divine Intervention dari Tuhan. Ketika Daud bertobat, Dia menyadari betapa pentingnya Divine Intervention Tuhan, hingga dia berkata "Jangan kiranya ambil Roh-Mu dari padaku". Dengan ini kita belajar bahwa Divine Intervention dari Tuhan akan membawa  kita dari kemenangan yang satu kepada kemenangan yang lain.


Divine Intervention akan terjadi saat kita mencari perkenanan hati-Nya Tuhan dengan benar-benar hidup sebagai hamba yang penuh penyembahan(perkataan dan perbuatan) kepada sang Raja. 


By : Nur Indah Agustini Farasi


Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait