Dan
kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi
didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. (Efesus 6:4 TB)
Setelah ibadah, saya dan
suami melayani secara pribadi dua anak remaja wanita. Yang kakak berpenampilan
seperti pria, yang adik kepalanya selalu tertunduk. Mereka mengajukan
pertanyaan kepada kami, “Apakah benar Tuhan mengasihi kami seperti yang
Om khotbahkan? Dan jika benar Tuhan mengasihi kami, mengapa
Tuhan memberikan kami seorang papa yang jahat dan kejam?” Kami
terdiam, sedih mendengar curahan hati mereka dan mendoakan mereka.
Papa mereka suka menghajar
mereka dan juga mama mereka, mabuk dan membawa wanita lain masuk
ke kamar papa mama mereka. Hati mereka sakit, pahit, kecewa dan terluka
sehingga membuat si kakak sangat membenci jati dirinya sebagai wanita
dan mengubah penampilannya menjadi seperti seorang
pria dan melilit payudaranya dengan kain supaya tidak tumbuh lagi. Si adik menjadi
sosok yang penuh ketakutan, minder, malu dengan dirinya.
Suatu saat, mereka bersama
mamanya berhasil melarikan diri dari rumah dan kotanya, meninggalkan papa
mereka. Karena apa yang dialami kedua anak remaja wanita ini, membuat mereka
menjadi pribadi yang sangat susah percaya kepada Tuhan sebagai Bapa
yang baik. Karena seorang papa yang jahat telah merusak
figur Tuhan sebagai “Bapa yang baik” dan ada rantai generasi muda yang terputus
dan terhilang dari hadirat Tuhan.
Keluarga adalah dasar
terpenting dari gereja, kota dan bangsa. Keluarga Kristen seharusnya seperti anak
panah yang melaju kencang kuat mengenai setiap sasaran Tuhan. Bagaimana gereja,
kota dan bangsa menjadi kuat dan berhasil? Bila setiap orangtua
mengambil perannya dan menggunakan dengan baik dan benar
sesuai Firman Tuhan.Jadi sebagai orangtua,
mari gunakan momen doa puasa ini untuk melakukan pemulihan relasi dengan
anak-anak kita, sehingga setiap sakit, luka dan kecewa dapat dituntaskan.
Bangunlah komunikasi dan lebih banyak hadir dalam hidup anak, tidak
sekedar memberikan uang, hadiah, atau membiarkan pembantu atau
keluarga lainnya menggantikan kehadiran kita sebagai orangtua.
Sebagai anak, ini waktunya
juga untuk mengampuni orangtuamu, miliki hati anak yang bisa mengasihi orangtua
dalam segala kekurangan mereka. Cobalah untuk berada dan memakai ‘sepatu’
mereka, dengan lebih mengerti apa yang menyebabkan mereka menjadi
seperti hari ini. Inilah waktu pemu-lihan Tuhan bagi keluarga
kita.
Doa
:
Bapa
yang terbaik, pulihkanlah hubungan di dalam keluarga kami, saya mengakui kadang
saya belum menjadi orangtua/anak yang baik, tolong saya untuk
mengambil langkah-langkah yang tepat dalam proses
pemulihan ini. Engkau Tuhan yang akan memampukan kami. Dalam Nama Yesus. Amin.