Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity
Beranda Berita 21 Hari Doa & Puasa

Waktu Pemulihan

Interpretasi Hulu - 05 Januari 2022
Total Dilihat : 98
Bagikan :

Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. (Efesus 6:4 TB)

Setelah ibadah, saya dan suami melayani secara pribadi dua anak remaja wanita. Yang kakak berpenampilan seperti pria, yang adik kepalanya selalu tertunduk. Mereka mengajukan pertanyaan kepada kami, “Apakah benar Tuhan mengasihi kami seperti yang Om khotbahkan? Dan jika benar Tuhan mengasihi kami, mengapa Tuhan memberikan kami seorang papa yang jahat dan kejam?” Kami terdiam, sedih mendengar curahan hati mereka dan mendoakan mereka.

Papa mereka suka menghajar mereka dan juga mama mereka, mabuk dan membawa wanita lain masuk ke kamar papa mama mereka. Hati mereka sakit, pahit, kecewa dan terluka sehingga membuat si kakak sangat membenci jati dirinya sebagai wanita dan mengubah penampilannya menjadi seperti seorang pria dan melilit payudaranya dengan kain supaya tidak tumbuh lagi. Si adik menjadi sosok yang penuh ketakutan, minder, malu dengan dirinya.

Suatu saat, mereka bersama mamanya berhasil melarikan diri dari rumah dan kotanya, meninggalkan papa mereka. Karena apa yang dialami kedua anak remaja wanita ini, membuat mereka menjadi pribadi yang sangat susah percaya kepada Tuhan sebagai Bapa yang baik. Karena seorang papa yang jahat telah merusak figur Tuhan sebagai “Bapa yang baik” dan ada rantai generasi muda yang terputus dan terhilang dari hadirat Tuhan.

Keluarga adalah dasar terpenting dari gereja, kota dan bangsa. Keluarga Kristen seharusnya seperti anak panah yang melaju kencang kuat mengenai setiap sasaran Tuhan. Bagaimana gereja, kota dan bangsa menjadi kuat dan berhasil? Bila setiap orangtua mengambil perannya dan menggunakan dengan baik dan benar sesuai Firman Tuhan.Jadi sebagai orangtua, mari gunakan momen doa puasa ini untuk melakukan pemulihan relasi dengan anak-anak kita, sehingga setiap sakit, luka dan kecewa dapat dituntaskan. Bangunlah komunikasi dan lebih banyak hadir dalam hidup anak, tidak sekedar memberikan uang, hadiah, atau membiarkan pembantu atau keluarga lainnya menggantikan kehadiran kita sebagai orangtua.

Sebagai anak, ini waktunya juga untuk mengampuni orangtuamu, miliki hati anak yang bisa mengasihi orangtua dalam segala kekurangan mereka. Cobalah untuk berada dan memakai ‘sepatu’ mereka, dengan lebih mengerti apa yang menyebabkan mereka menjadi seperti hari ini. Inilah waktu pemu-lihan Tuhan bagi keluarga kita.

Doa :
Bapa yang terbaik, pulihkanlah hubungan di dalam keluarga kami, saya mengakui kadang saya belum menjadi orangtua/anak yang baik, tolong saya untuk mengambil langkah-langkah yang tepat dalam proses pemulihan ini. Engkau Tuhan yang akan memampukan kami. Dalam Nama Yesus. Amin.



Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait