HIDUP BERDAMAI DALAM KELUARGA
Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. (Kolose 3:15 TB)
Termometer adalah alat untuk mengukur suhu, alat ini mengikuti atau dipengaruhi oleh
suhu. Ketika suhu panas, termometer pun akan mengikuti suhu di sekelilingnya. Hidup
kita dapat menjadi seperti termometer dimana kita bereaksi dan ‘memanas’ sesuai dengan apa yang terjadi di sekeliling kita: covid, kanker, dan berbagai sakit penyakit lainnya, isu resesi, perang politik dan perang antar negara, masalah dalam keluarga ditambah dengan sulitnya mencari pekerjaan dan terobosan di bidang ekonomi. Orangtua dan anak terjebak dengan kesibukan di luar rumah dan bila kembali ke rumah setiap anggota keluarga kelelahan serta asyik dengan dunianya sendiri. Komunikasi pun pun sering diwarnai dengan “panas membara” ucapan yang lahir dari pribadi yang lelah terkuras dengan panasnya situasi di luar rumah.
Tapi kita dapat membuat pilihan, bukannya menjadi termometer tetapi termostat, sebuah
alat yang dapat mengatur suhu sesuai keinginan kita seperti yang ada pada unit-unit AC
di setiap ruangan. Rumah adalah tempat yang seharusnya berfungsi seperti termostat:
meleburkan, mendinginkan, menentramkan, memberi damai sejahtera bagi setiap peng-
huninya dan tidak membiarkan kepedihan, luka dan putus asa berada.
Setiap keluarga dalam gereja-Nya, janganlah kita lengah. Biarlah setiap keluarga kita
tidak dikendalikan, tidak dipengaruhi oleh keadaan buruk di sekitar kita, tapi kita menentukan atmosfer di rumah tangga kita yang dipenuhi dengan damai-Nya. Kesejukan kasih Allah yang menentramkan, menyembuhkan, mendamaikan, dan memulihkan setiap pribadi yang tinggal dalam rumah kita sehingga dunia melihat dan datang pada kita karena ingin juga memiliki damai Tuhan yang terpancar dari keluarga kita.
DOA
Tuhan Yesus, terima kasih buat damai sejahtera-Mu yang memenuhi kami melampaui segala akal, yang tak bisa direbut dunia. Kami ingin membagikannya untuk orang di sekeliling kami, sehingga mereka juga mengalami Engkau secara pribadi. Amin.