Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity
Beranda Berita 21 Hari Doa & Puasa

HIDUP SEIMBANG

Interpretasi Hulu - 11 Januari 2023
Total Dilihat : 62
Bagikan :

HIDUP SEIMBANG

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun; ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari; ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk; ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang; ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara; ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai. (Pengkhotbah 3:1–8 TB)

Firman hari ini mengatakan bahwa segala sesuatu ada waktunya. Ada keseimbangan dari semua yang Allah kerjakan - kehidupan manusia dimulai dari kelahiran diakhiri dengan kematian, ada keseimbangan antara waktu menanam diakhiri dengan waktu panen, ada masa berduka dan juga tertawa. 

Allah ingin kita menjalani sebuah hidup yang seimbang, ada waktu bekerja, ada juga waktu untuk beristirahat. Pekerjaan serta pergumulan sehari-hari akan membuat tubuh

fisik menjadi lemah yang mempengaruhi tingkat emosi dan spiritual kita - bisa jadi kita akan terjebak dalam kelelahan akut, menjadi tidak sabar dan semakin bergantung pada

kemampuan diri sendiri. Sering kita terjebak dengan pikiran bahwa semakin banyak saya bekerja, seluruh masalah akan selesai - sayangnya yang terjadi sebaliknya, kita akan semakin fokus pada kemampuan sendiri dan masalah itu tidak juga terselesaikan.

Keluaran 31:17 mengingatkan tentang pentingnya keseimbangan antara bekerja dan beristirahat untuk memulihkan kekuatan kita, “Antara Aku dan orang Israel maka inilah

suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat.” Dengan memberikan waktu bersekutu bersama Allah dalam hari Sabat, maka kemampuan untuk terus menjalani hidup ini akan kita dapatkan. Berhenti sejenak dan beristirahat dari segala pekerjaan ataupun rutinitas, akan membawa pemulihan serta kesegaran bagi tubuh jasmani.

Mari jadikan hidup kita lebih seimbang karena segala sesuatu tidak ada yang kekal dan segala yang terjadi ada dalam kendali penuh Tuhan. Mengambil waktu istirahat, menyeimbangkan seluruh aspek kehidupan kita adalah bagian yang sangat penting agar ren-cana Allah dapat diselesaikan dan digenapi melalui hidup kita.



DOA

Tuhan, aku menyerahkan segenap usaha dan karyaku untuk kemuliaan-Mu. Pimpin hidupku untuk tetapmengerjakan apa yang menjadi bagianku dan tetap berjalan bersama-Mu dalam keseimbangan. Di dalam nama Yesus, Amin.



Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait