“Tuhan tak pernah
janji langit selalu biru
Tetapi Dia berjanji selalu menyertai
Tuhan tak pernah janji jalan selalu rata
Tetapi Dia berjanji berikan kekuatan”
Tak jarang kita merasa kecewa hanya karena alasan apa yang kita harapkan terjadi
dalam hidup kita tidak dijadikan-Nya nyata.
Tuhan izinkan segala hal terjadi dalam hidup kita, suka maupun duka, bahkan
Tuhan berikan kebebasan dalam memilih apa yang ingin kita lakukan dalam
kehidupan kita. Namun, kita sering lupa bahwa dibalik kebebasan itu, ada
konsekuensi (Galatia 6:7). Kita sering marah pada saat mengalami kegagalan dalam
merealisasikan rencana yang kita anggap baik untuk hidup kita, sedangkan tanpa
sadar kita lupa libatkan Tuhan dalam rencana itu, lalu kita masih berharap
Tuhan bertanggung jawab dengan hal yang Dia pun tidak dilibatkan?
Sama halnya dengan
kita seorang hamba yang sering merasa sudah banyak melakukan hal yang Tuhan
mau, selalu taat dan setia datang kegereja bahkan selalu siap terlibat dalam
pelayanan, merasa sudah mengenal Tuhan, kita pasti mengharapkan penyertaan
Tuhan nyata dan semua berkat terjadi dalam hidup kita. Namun, pada saat kita
diizinkan-Nya mengalami kesukaran, apakah kita masih mampu berkata “Tuhan Yesus
baik, dan terimakasih untuk keberadaanku saat ini”?, apakah kita masih mau
setia melakukan hal yang menyenangkan hati Tuhan? apakah kita masih mau percaya
janji-Nya Tuhan?
Terkadang Tuhan
izinkan hati manusia hancur untuk lebih mudah dibentuk, untuk mengingatkan kita
atas penyertaan-Nya yang sempurna, mau melihat seberapa mampu kita bersyukur
dengan apapun keadaan kita, seberapa bersabarnya kita melewati proses yang
Tuhan izinkan terjadi dan seberapa setia kita mengandalkan-Nya.
So, what we expect
from God?
Apakah kita berharap terlepas dari masalah?
apakah kita menginginkan jalan yang mulus?
Kita mungkin merasa
seperti tenggelam dalam kesulitan masalah, merasa tak mampu dan lemah. Karena
kita terlalu fokus dengan masalah apa yang terjadi, bukannya berserah dan
percaya bahwa Tuhan akan terus sertai dalam keadaan apapun.
Mari setiap kita
belajar untuk lebih fokus mencari tau apa rencana Tuhan selanjutnya dalam hidup
kita setelah masalah demi masalah mampu terlewati, dengan tidak terlepas dari campur tanganNya
Tuhan.
Bukan lagi “What we expect from God?”
tapi “What God wants to do for me?”
Amsal 3:5-6
“Percayalah kepada TUHAN dengan
segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah
Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu”
God bless, us!
BY : Kristin Telaumbanua