Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

What do you expect?

Interpretasi Hulu - 09 Februari 2022
Total Dilihat : 75
Bagikan :

“Tuhan tak pernah janji langit selalu biru
Tetapi Dia berjanji selalu menyertai
Tuhan tak pernah janji jalan selalu rata
Tetapi Dia berjanji berikan kekuatan”


Tak jarang kita merasa kecewa hanya karena alasan apa yang kita harapkan terjadi dalam hidup kita tidak dijadikan-Nya nyata.

Tuhan izinkan segala hal terjadi dalam hidup kita, suka maupun duka, bahkan Tuhan berikan kebebasan dalam memilih apa yang ingin kita lakukan dalam kehidupan kita. Namun, kita sering lupa bahwa dibalik kebebasan itu, ada konsekuensi (Galatia 6:7). Kita sering marah pada saat mengalami kegagalan dalam merealisasikan rencana yang kita anggap baik untuk hidup kita, sedangkan tanpa sadar kita lupa libatkan Tuhan dalam rencana itu, lalu kita masih berharap Tuhan bertanggung jawab dengan hal yang Dia pun tidak dilibatkan?

Sama halnya dengan kita seorang hamba yang sering merasa sudah banyak melakukan hal yang Tuhan mau, selalu taat dan setia datang kegereja bahkan selalu siap terlibat dalam pelayanan, merasa sudah mengenal Tuhan, kita pasti mengharapkan penyertaan Tuhan nyata dan semua berkat terjadi dalam hidup kita. Namun, pada saat kita diizinkan-Nya mengalami kesukaran, apakah kita masih mampu berkata “Tuhan Yesus baik, dan terimakasih untuk keberadaanku saat ini”?, apakah kita masih mau setia melakukan hal yang menyenangkan hati Tuhan? apakah kita masih mau percaya janji-Nya Tuhan?

Terkadang Tuhan izinkan hati manusia hancur untuk lebih mudah dibentuk, untuk mengingatkan kita atas penyertaan-Nya yang sempurna, mau melihat seberapa mampu kita bersyukur dengan apapun keadaan kita, seberapa bersabarnya kita melewati proses yang Tuhan izinkan terjadi dan seberapa setia kita mengandalkan-Nya.

So, what we expect from God?

 Apakah kita berharap terlepas dari masalah? apakah kita menginginkan jalan yang mulus?

Kita mungkin merasa seperti tenggelam dalam kesulitan masalah, merasa tak mampu dan lemah. Karena kita terlalu fokus dengan masalah apa yang terjadi, bukannya berserah dan percaya bahwa Tuhan akan terus sertai dalam keadaan apapun.

Mari setiap kita belajar untuk lebih fokus mencari tau apa rencana Tuhan selanjutnya dalam hidup kita setelah masalah demi masalah mampu terlewati,  dengan tidak terlepas dari campur tanganNya Tuhan.
Bukan lagi “What we expect from God?” tapi “What God wants to do for me?”

Amsal 3:5-6

“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu”

 

God bless, us!


BY : Kristin Telaumbanua


Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait