Lukas 23 : 8-12
Shalom ...
Di dalam injil
tersebut di kisahkan bagaimana Yesus berhadapan dengan Herodes yang saat itu
menjadi raja Galilea. Perjumpaan ini sangat membuat Herodes bergirang. Sebab
dia ingin sekali melihat mujizat yang di lakukan oleh Yesus. Sehingga Ia ingin
sekali Yesus memperlihatkan kepadanya mujizat yang dia sudah dengar sudah lama
dari orang-orang.
Perjumpaan itu tidak
seindah yang sebenarnya. Justru saat Herodes menanyai Yesus terkait dengan
diriNya, Yesus tidak menjawab pertanyaan Herodes.
Kita bisa belajar
dari kisah Herodes yang bertanya kepada Yesus. Dia banyak sekali pertanyaan
namun tidak satupun di jawab oleh Yesus. Sementara, sudah lama sekali Herodes
ingin bertemu dengan sang Pembuat Mujizat yang terkenal itu, yakni Yesus.
Pelajaran yang paling
berharga di dalam kehidupan kita adalah soal apakah kita juga sama dengan
Herodes yang merindukan untuk bisa berjumpa dengan Yesus dan banyak meminta
sesuatu kepada-Nya?
Tentu kita juga
pernah bahkan sering meminta Tuhan Yesus untuk menolong kita agar kita keluar
dari setiap persoalan yang kita hadapi bahkan kadang kita merindukan Dia di
saat-saat kita mengalami sebuah persoalan dan dilematika di dalam kehidupan
kita sehari-hari. Tetapi, kadang juga kita datang kepada-Nya dan merindukan Dia
disaat kita hanya mengalami masalah, sementara di saat kita senang dan bahagia,
serta biasa-biasa saja kita melupakan Dia.
Tuhan bisa
mendengarkan doa dan permintaan kita. Namun bisa saja Dia tidak menjawab dan bukan
tidak mungkin Dia tidak mendengarkan kita sama sekali, hanya Dia meminta kita
agar PERCAYA kepada-Nya dan tidak meragukan segala perkataan yang telah
ia sampaikan didalam perkataan-Nya, yakni dalam Injil.
Herodes sudah tahu tentang Yesus, namun dia butuh di buatkan mujizat sebab dia tidak dan belum pernah melihat langsung Yesus melakukannya di hadapan dirinya. Andaikata Herodes tahu bahwa Dia memiliki kuasa itu, mengapa dia tidak percaya?
Herodes tidak dijawab karena dia tidak percaya, Herodes tidak dijawab karena tujuannya hanya melihat mujizat bukan melihat pribadi Yesus yang lebih besar dari mujizat.
Begitupun dengan kita
semua yang percaya kepada-Nya. Doa kita di dengar-Nya, namun kita juga harus
percaya kepada-Nya dan yakin sepenuhnya tanpa ada keraguan terhadap kehendak-Nya.
Demikian Renungan
Hari ini. God Bless us
By : Kristin C. Telaumbanua