Setiap manusia
pasti memiliki hati, tempat berkumpulnya semua rasa, baik suka maupun duka. Di
dalam hati ada cinta, kecewa, sedih, terluka, kepahitan, kebahagiaan, harapan
dan masih banyak rasa lain. Manusia biasa akan lebih mudah untuk mengungkapkan
perasaan senangnya, namun banyak diantara kita yang memilih untuk menyimpan
dalam – dalam luka di dalam hati.
Dalam hidup
mungkin kita pernah mengalami hal – hal yang membuat hati kita terluka. Hal –
hal itu menyakiti hati kita seperti sebuah paku. Saat seseorang menggoreskan
sebuah luka di hati kita dengan menggunakan paku, tidak sedikit dari kita yang
memungut paku itu dan menyimpannya. Banyak manusia lebih suka menyimpan dendam.
Ketika dendam itu di pelihara maka yang akan timbul adalah akar pahit. Akar
pahit membuat hidup kita tidak damai sejahtera.
Tuhan tidak
pernah mengajarkan dendam. Dia selalu mengajarkan kasih yang penuh dengan
pengampunan. Saat orang lain melukai hati kita datanglah kepada Tuhan karena
hanya Tuhan lah yang mempu menyembuhkan luka hati yang tersembunyi. Saat kita
membuka pintu pengampunan berkat – berkat akan tercurah dalam kehidupan kita.
Berkat itu bukan hanya berkat materi, tetapi yang lebih terutama adalah berkat
damai sejahtera dari Tuhan. Ungkapkanlah kepada Tuhan apa hal yang membuat kita
terluka, apa yang membuat kita tidak damai sejahtera. Menangislah kalau memang
perlu menangis di hadapan Tuhan. Kekuatan kita mungkin terbatas, namun tangan
Tuhan pasti akan menopang kita dan memberi kita kekuatan.
"Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan." Mazmur 37:5,8