Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

Tuhan Gembalaku

Interpretasi Hulu - 03 Juni 2022
Total Dilihat : 82
Bagikan :

Mazmur 23

Ayat 1: “Tuhan adalah gembaku, takkan kekuarangan aku.”

Dalam ayat ini, Daud menggambarkan bahwa Allah adalah seorang gembala karena dia tahu bagaimana seorang gembala bekerja. Yang menarik dari ayat ini adalah dalam versi Bahasa Inggris yang berbunyi: I shall not want yang artinya saya tidak menginginkan apapun lagi. Jika Yesus menjadi Gembala dalam hidup kita, maka Dia pasti memenuhi semua kebutuhan di aspek kehidupan kita dan kita tidak perlu kuatir lagi.

Ayat 2-3: “Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena namaNya.”

Ayat ini bukan saja berbicara tentang kebutuhan jasmani saja (makan, tempat tinggal dan kebutuhan lainnya), melainkan Dia, sebagai gembala, memberikan kita kepastian dan damai sejahtera dalam hidup ini di mana hati dan pikiran kita selalu penuh ucapan syukur dan tidak dipengaruhi oleh kondisi di sekitar kita.

Ayat 4: “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak tajut bahaya, sebab Engkau besertaku; gadaMu dan tingkatMu, itulah yang menghibur aku.”

Jika kita membaca ayat di atas, maka Daud membicarakan bagaimana penyertaan dan pimpinan Tuhan selalu ada bersamanya. Dengan pengalaman dia sebagai gembala, tentu dia sangat paham bahwa gembala akan berjalan di depan domba-dombanya. Yesus, sebagai Gembala sudah pasti menjadi penolong ketika sedang kesulitan, menjaga ketika dalam bahaya dan menghibur ketika dalam keputusasaan.

Ayat 5: “Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.”

Lawan (baca: tantangan) tetap bisa dihadapi dan Tuhan memberikan damai bagi domba-dombaNya meskipun sedang berada dalam pergumulan yang berat dan Dia memberikan jauh lebih dari apa yang kita harapkan.

Ayat 6: “Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku, dan aku akan diam di dalam rumah Tuhan sepanjang masa.”

Di akhir pasal ini, tentu kita ingin semua yang baik dan kasih setia ada memenuhi kehidupan ini dan mazmur ini berkata diam dengan Allah di sorga adalah tujuan akhir dalam mengikut Kristus.

 Tuhan Memberkati, Amin...


By : Prima Putra Salim


Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait