“Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.” (Mazmur 139:13)
Saat kita dilahirkan ke dunia, tentu kita belum tahu dengan siapa kita akan hidup, siapa orang tua kita, bagaimana keadaan keluarga kita, dan lain sebagainya. Kita dilahirkan sesuai dengan rancangan yang telah Tuhan buat. Kita bahkan tidak dapat merubah apa yang telah ditetapkan Allah bagi kita. Seperti warna kulit, bentuk badan, jenis kelamin, dan yang lain-lain lagi yang merupakan karunia Allah bagi kita secara pribadi. Alkitab jelas mengatakan bahwa Allah yang membentuk dan menenun kita sejak berada dalam rahim ibu kita. “Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku” (Mazmur 139:13). Setiap kita diciptakan dengan keunikan masing-masing. Kita juga diciptakan untuk tujuanNya, dengan kata lain Dialah alasan utama mengapa kita berada di dunia ini.
Kita tidak dapat merubah atau menyempurnakan apa yang Ia telah buat. Kita hanya dapat menerima diri kita dengan rasa bersyukur dan bangga sebagai karuniaNya yang terbesar. Karena apa yang berasal dari tanganNya adalah baik. “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; padaNya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran” (Yak 1:17)
Terkadang kita sulit menerima diri sendiri. Ada kalanya kita merasa selalu kurang dari orang lain, bahkan terkadang kita kerap kali membandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa minder, pesimis, selalu merasa kurang, merasa tidak bisa melakukan apa-apa dibanding dengan orang lain. Perlu kita ketahui bahwa kita semua adalah manusia biasa. Setiap orang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kita tidak boleh menyalahkan diri sendiri karena kelemahan-kelemahan dan kekurangan yang mewarnai langkah hidup kita. Justru, setiap hal yang kita lalui, setiap rasa yang kita alami merupakan proses kita menuju kesempurnaan.
Kita mulai dari langkah menyadari
apa yang kita miliki, siapa kita, lalu kita dapat memilih setiap hari menuju
langkah yang menyempurnakan kita. Setiap hari merupakan kesempatan kita untuk
memilih langkah yang baik, dan tentunya dengan penyertaan Tuhan. Beri semangat
untuk diri sendiri, terima diri sendiri apa adanya, dan sertakan Tuhan dalam
setiap jalan kehidupan kita. Dengan begitu, kita dapat merasakan bahwa kita
adalah karunia terbesar dari Allah. Tuhan memberkati, Amin!
By : Ayu Mardiana Halawa