Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

Tahu Kebenaran Tapi Tidak melakukan

Interpretasi Hulu - 22 September 2021
Total Dilihat : 413
Bagikan :

"Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa."  Yakobus 4:17

 

Beberapa hari yang lalu, seorang anak 8 tahun bertanya kepada saya: “Miss, siapakah orang Farisi itu?” Saya terdiam sejenak lalu menjawab: “Orang Farisi adalah orang yang tahu banyak tentang Firman Tuhan, tetapi tidak melakukannya”

Saat menjawab pertanyaan anak itu, menggelitik pertanyaan dalam hati saya: Apakah selama ini saya pernah menjadi orang Farisi? Apakah saya pernah tidak melakukan kebenaran walaupun sudah tahu? Apakah pertanyaan yang ditanya anak kecil tadi adalah apa yang Tuhan ingin tanyakan pada saya sendiri?

Selama ini setelah beberapa tahun lahir baru, banyak kebenaran yang sudah di bukakan kepada kita oleh Tuhan. Ada kebenaran yang kita ketahui dari buku, pengajaran firman Tuhan, dari khotbah maupun dari pengalaman pribadi kita dengan Tuhan. Pada awalnya kita mungkin sangat menggebu – gebu dalam Tuhan, mendengarkan Firman Tuhan, melakukan Firman dan dengan antusias menceritakan kepada orang lain tentang kebenaran yang kita tahu. Tetapi dengan berjalannya waktu kemudian kita terlalu sibuk dengan segala kegiatan kita, dengan segala studi atau perkerjaan kita, berbaur dengan dunia, dimana tidak semua orang tahu akan kebenaran. Kadang kala kebenaran dianggap sebagai tabu untuk dibicarakan atau bahkan orang yang melakukannya dianggap sebagai terlalu “rohani”, kurang disukai dan dianggap terlalu kaku sehingga kurang digemari saat bergaul. Perlahan mungkin di antara kita ada yang mulai terlalu membaur dengan kebenaran dunia, menyimpang dari apa yang kita anggap benar. Mungkin mulai dari apa yang kita sebut sebagai dosa kecil, area abu – abu, berbohong untuk kebaikan (white lie), atau apapun itu. Kita berdalih, “Saya melakukan hal itu karena semua orang melakukannya”, kita berpikir “Aturan tidak semua aturan harus ditaati kan?” “Semua orang melanggar kog, masa kita mau di cap bodoh karena mentaatinya”. Kita ke gereja pada hari Minggu, namun kita menjadi pribadi yang berbeda pada hari – hari lain.

Hari ini kita diajarkan oleh seorang anak kecil yang bertanya tadi, bahwa kita tidak mau menjadi orang Farisi. Kita tahu kebenaran dan kita mau melakukannya, karena dosa adalah dosa, sekecil apapun itu. Tidak ada dosa kecil dan dosa besar, semua dosa membawa pada keterikatan yang lebih besar, dan di ujung dosa adalah maut.

Kita bukan diajar untuk mengasingkan diri dari dunia ini, kita diajar untuk masuk kedalam dunia ini, dalam setiap pekerjaan yang Tuhan percayakan kepada kita, namun kita datang untuk membawa terang, bukan untuk meredup dan membaur dengan kegelapan. Biarlah orang melihat kebenaran dalam setiap apa yang kita lakukan, bukan hanya dengan perkataan namun dengan apa yang kita lakukan sehari – hari. Biar orang melihat setiap buah – buah yang kita hasilkan, tanpa menghakimi dan menjauhi orang lain. Biar terang Tuhan bercahaya di dalam diri kita sehingga orang bisa mengetahui Tuhan yang kita sembah melalui kita.

"Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”"  (Matius 5:16)

Tuhan Yesus memberkati.


By : Lo Rika Rosandy


Komentar
Berikan Komentar
Oleh Yurius Nazara 23 September 2021
Terima kasih renungan ftnya, mengingatkan, menguatkan, GBU🙏💪
Berita Terkait