"Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus
berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa."
Yakobus 4:17
Beberapa hari
yang lalu, seorang anak 8 tahun bertanya kepada saya: “Miss, siapakah orang
Farisi itu?” Saya terdiam sejenak lalu menjawab: “Orang Farisi adalah orang
yang tahu banyak tentang Firman Tuhan, tetapi tidak melakukannya”
Saat menjawab
pertanyaan anak itu, menggelitik pertanyaan dalam hati saya: Apakah selama ini saya
pernah menjadi orang Farisi? Apakah saya pernah tidak melakukan kebenaran
walaupun sudah tahu? Apakah pertanyaan yang ditanya anak kecil tadi adalah apa
yang Tuhan ingin tanyakan pada saya sendiri?
Selama ini setelah beberapa tahun lahir baru,
banyak kebenaran yang sudah di bukakan kepada kita oleh Tuhan. Ada kebenaran
yang kita ketahui dari buku, pengajaran firman Tuhan, dari khotbah maupun dari
pengalaman pribadi kita dengan Tuhan. Pada awalnya kita mungkin sangat menggebu
– gebu dalam Tuhan, mendengarkan Firman Tuhan, melakukan Firman dan dengan
antusias menceritakan kepada orang lain tentang kebenaran yang kita tahu.
Tetapi dengan berjalannya waktu kemudian kita terlalu sibuk dengan segala
kegiatan kita, dengan segala studi atau perkerjaan kita, berbaur dengan dunia,
dimana tidak semua orang tahu akan kebenaran. Kadang kala kebenaran dianggap
sebagai tabu untuk dibicarakan atau bahkan orang yang melakukannya dianggap
sebagai terlalu “rohani”, kurang disukai dan dianggap terlalu kaku sehingga
kurang digemari saat bergaul. Perlahan mungkin di antara kita ada yang mulai terlalu
membaur dengan kebenaran dunia, menyimpang dari apa yang kita anggap benar.
Mungkin mulai dari apa yang kita sebut sebagai dosa kecil, area abu – abu,
berbohong untuk kebaikan (white lie), atau apapun itu. Kita berdalih, “Saya melakukan hal itu karena semua orang melakukannya”, kita berpikir
“Aturan tidak semua aturan harus ditaati
kan?” “Semua orang melanggar kog, masa kita mau di cap bodoh karena
mentaatinya”. Kita ke gereja pada hari Minggu, namun kita menjadi pribadi
yang berbeda pada hari – hari lain.
Hari ini kita
diajarkan oleh seorang anak kecil yang bertanya tadi, bahwa kita tidak mau
menjadi orang Farisi. Kita tahu kebenaran dan kita mau melakukannya, karena
dosa adalah dosa, sekecil apapun itu. Tidak ada dosa kecil dan dosa besar,
semua dosa membawa pada keterikatan yang lebih besar, dan di ujung dosa adalah
maut.
Kita bukan
diajar untuk mengasingkan diri dari dunia ini, kita diajar untuk masuk kedalam
dunia ini, dalam setiap pekerjaan yang Tuhan percayakan kepada kita, namun kita
datang untuk membawa terang, bukan untuk meredup dan membaur dengan kegelapan.
Biarlah orang melihat kebenaran dalam setiap apa yang kita lakukan, bukan hanya
dengan perkataan namun dengan apa yang kita lakukan sehari – hari. Biar orang
melihat setiap buah – buah yang kita hasilkan, tanpa menghakimi dan menjauhi
orang lain. Biar terang Tuhan bercahaya di dalam diri kita sehingga orang bisa
mengetahui Tuhan yang kita sembah melalui kita.
"Demikianlah hendaknya
terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik
dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”"
(Matius 5:16)
Tuhan Yesus memberkati.
By : Lo Rika Rosandy