"Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya." (Ulangan 12:32)
Kita patut bersyukur kepada Tuhan karena Dia sangat mengasihi kita. Dia selalu hadir menyertai dan membimbing kita dengan Firman-Nya. Firman Tuhan adalah pernyataan Tuhan kepada umat-Nya supaya kita melakukan segala sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya. Setiap firman adalah untuk kebaikan umat-Nya sekalipun tidak selalu firman Tuhan itu sesuai dengan kehendak dan kemauan kita. Sebagai umat-Nya kita tahu Tuhan pasti merancangkan yang terbaik untuk kita. Karena itu kita diajak untuk terus taat dan setia kepada Tuhan dalam hidup kita. Kita umat Tuhan seyogyanya hanya melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Cukup itu dan jangan ditambahkan atau dikurangi.
Ketika Tuhan memberi aturan untuk ditaati, itu terjadi setelah Dia memberkati kita, menunjukkan cinta kasih, dan penyertaan-Nya. Aturan Tuhan itu menyenangkan, tidak perlu ditambahkan dengan ritual atau hal-hal yang menyakitkan seperti ibadah kepada allah-allah lain yang membakar anak-anaknya dalam api. Meski terkadang hidup kita dapat diselubungi oleh tebalnya kabut keputusasaan. Situasi yang kita hadapi mungkin terlihat begitu kelam sehingga kita mulai kehilangan harapan. Tuhan mengerti itu, bahkan kelemahan yang ada dalam hati kita Dia tahu. Ketidak-mengertian manusia membuat dirinya terkadang terlalu “kreatif” menambah atau mengurangi aturan dalam hidupnya.
Ibrani 11 mendefinisikan iman sebagai “dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” (1). Disana ada contoh yang mengingatkan kita pada iman yaitu Nuh “yang diberitahu oleh Tuhan tentang hal-hal yang akan terjadi kemudian, yang tidak dapat dilihat olehnya” tetapi ia menaati Tuhan (ay.7 BIS). Abraham juga pergi ke negeri yang ditunjukkan Tuhan, meski ia tidak mengetahui ke mana ia pergi (8).
Meskipun kita tidak pernah melihat Tuhan dan tidak selalu merasakan kehadiran-Nya, Tuhan selalu hadir dan Dia akan menolong kita untuk melewati saat yang terkelam sekalipun.
Sebenarnya segala perintah Tuhan cukup bagi kita. Lakukan saja! Jangan banding-bandingkan situasi orang lain yang belum percaya. Bersandar dan percaya saja kepada-Nya.
By : Ps. Piorida Tamba