Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

SPIRITUAL MATURITY

Yefron Rumapea - 30 Agustus 2022
Total Dilihat : 90
Bagikan :

SPIRITUAL MATURITY

Hosea 4:6 “umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupa pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.

Yesaya 1:2-4 “2 Dengarlah, hai langit, dan perhatikanlah hai bumi, sebab Tuhan berfirman: “Aku membesarkan anak-anak dan mengasuhnya, tetapi mereka memberontak terhadap Aku. 3 Lembu mengenal pemiliknya, tetapi Israel tidak; keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya.” 4 celakalah bangsa yang berdosa, kaum yang sarat dengan keselahan, keturunan yang jahat-jahat, anak-anak yang berlaku buru! Mereka meninggalkan TUHAN menista Yang Mahakudus, Allah Israel dan  berpaling membelakangi Dia.

Situasi dan keadaan yang sangat ironis, kedua kitab ini menjelaskan Allah yang begitu jengkel kepada bangsa Israel. Bahkan kitab Yesaya dalam penglihatannya dengan jelas dikatakan bahwa, Allah begitu setia memelihara bangsa Isarel tetapi bangsa ini melupakan Allah. Pertanyaannya bagaimana bangsa ini melupakan Allah? Mereka masih hidup dalam kebiasaan lama mereka. Mereka berlaku jahat dan bahkan berpaling membelakangi Allah yang setia memelihara mereka.

 

Saya berdoa kita bukan bagian dari apa yang digambarkan kitab Yesaya dan juga kitab Hosea. Saudara dan teman-teman yang terkasih dalam Kristus Yesus, saya mau katakan bahwa pengenalan kita akan Allah membawa kita kepada kedewasaan rohani. Kedewasaan rohani dapat kita tunjukan bagaimana kita meresponi setiap musim dan keadaan yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita. Apa yang Tuhan katakan dalam kitab Hosesa dan Yesaya sangat jelas bahwa yang membuat mereka berbuat jahat dan berbalik membelakangi Allah adalah ketika bangsa itu tidak mengenal Allah dengan baik dan benar. Bagi bangsa Israel Allah yang mereka inginkan adalah Allah yang mengikuti setiap apa yang mereka inginkan, walaupun mereka sudah melihat bagaimana Allah memelihara hidup bangsa itu. Pertanyaan kemudian yang ingin saya sampaikan adalah, Allah seperti apa yang kita inginkan dalam hidup kita? Apakah Allah yang hanya menjawab setiap apa yang kita inginkan? Atau Allah yang ketika kita berdoa sesuatu langsung dikabulkan? Atau Allah yang melakukan apa yang menjadi kehendakNya dalam hidup kita? Saudara yang terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus, tanpa kita sadari kadang kita menjadikan Allah sesuai dengan keinginan kita. Ketika kita tidak mendapatkan apa yang menjadi kerinduan kita, semuanya menjadi salah Tuhan. Bukankah ini suatu hal yang sangat menjengkelkan? Apakah yang diberikan Allah bagi kita bukan sesuatu hal yang lebih dari cukup? Allah melalui anak-Nya telah melakukan hal yang sangat luarbiasa yang kita sendiri tidak akan pernah dapat melakukannya, yaitu memberikan atau menganugerahkan keselamatan yang sempurna.

 

Saya mau mengajak kita untuk lebih mengenal Allah dengan sungguh-sungguh. Mengenal Allah gak boleh mood-mood-an, kita tidak akan pernah menjadi dewasa dalam kerohanian. Sekali lagi saya mau katakan bahwa pengenalan kita akan Allah membawa kita semakin dewasa di dalam Dia. Ketika kita sudah menjadi dewasa di dalam Dia, kita akan mampu melihat pemeliharaan Allah dalam masalah dan keadaan kita dan selalu memuliakan Dia dalam segala kelemahan kita.


Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait