Sebentar, aku tanya Bapaku dulu.
Salah satu dari
buah roh adalah penguasaan diri. Tidak sedikit kita yang dalam kenyataannya
sulit melakukannya.
Apa saja point penting dalam penguasaan diri yang berhubungan dengan kehidupan
kita sehari-hari??
-
Yang pertama kita
harus mampu menguasai diri terutama lidah, agar tidak melukai. Ketika kita
marah atau kecewa mungkin itu disebabkan oleh sikap orang lain terhadap kita,
seringkali tanpa berpikir panjang kita melontarkan perkataan yang justru menyakiti
orang lain. Manusiawinya, kita akan merasa puas pada saat kita bebas meluapkan
emosi dan mungkin kita merasa setelah itu kita akan dengan mudah
melupakannya. Lalu bagaimana dengan
orang lain yang menerima lontaran perkataan yang menyakitinya? Hati yang terluka lah yang akan menjadi akar
dari kepahitan dan bahkan memperburuk situasi. Untuk menghindari hal itu
terjadi, lebih baik kita yang sekalipun sedang marah, kecewa mengambil waktu untuk menenangkan diri dengan berdiam sebentar agar lebih mampu
berpikir jernih dan menciptakan situasi yang lebih baik. Mari belajar juga untuk saling menjaga satu sama lain,
selain menjaga hati sendiri kita juga harus mampu menjaga hati orang lain
dengan tidak menyakitinya.
(Mazmur 4:4)
-
Yang kedua, kita harus mampu menguasai diri untuk tidak
perlu membela diri. Seperti point sebelumnya bahwa manusiawinya kita akan
merasa puas saat kita bebas meluapkan emosi terlebih jika merasa memiliki
kesempatan untuk membalasnya. Jangan
sampai kita membalas kejahatan dengan kejahatan alih-alih untuk membela diri,
yang perlu kita sadari bahwa Tuhan yang akan membela kita dan berurusan dengan
orang yang menjahati kita. Niat jahat orang seperti apapun tidak akan mampu
mencelakakan kita saat kita mau menyerahkan diri sepenuhnya kedalam
perlindungan Tuhan. Tetaplah berbuat baik dan jadikan mereka yang menyakitimu
adalah list penting dalam setiap doamu biar mereka bisa melihat bahwa ajaran
kasih itu nyata dalam kehidupan kita.
(Roma 12:19)
-
Yang ketiga, kita harus mampu menguasai diri untuk tetap
tenang dalam menghadapi masalah. Ketika kita mengalami masalah, kita akan
merasa panik dan pemikiran kita pun menjadi sempit bahkan mengandalkan
pengertian kita sendiri tanpa Tanya Tuhan dulu. Hingga akhirnya kita salah
dalam mengambil langkah atau keputusan.
Lalu
waktu tenang seperti apa yang dimaksud?
Tenang
dan mengambil waktu untuk berdoa mencari hikmat serta pengertian yang dari
Tuhan. Libatkan Tuhan untuk menyelasaikan masalah kita, bukan mengandalkan
kekuatan sendiri. Sesungguhnya, banyak hal yang belum kita mengerti tentang apa
yang terjadi dalam hidup kita atau bahkan pilihan apa yang seharusnya kita
ambil karna itu kita perlu berserah tentang segala hal yang terjadi dalam
kehidupan kita.
(Yesaya 30:15)
Penguasaan
diri adalah hal penting yang kita perlukan dalam proses kehidupan kita.
Untuk
setiap proses baik atau buruknya yang Tuhan izinkan terjadi entah itu melalui
orang-orang sekitar kita ataupun keadaan, yuk jangan tergesa-gesa untuk
menciptakan pengertian sendiri yang seolah kita tau apa yang mesti kita lakukan
tanpa tanya Tuhan dulu, ambil waktu tenang dan berdoa, ingatkan diri kita
kembali dengan kalimat “sebentar, aku
tanya Bapaku dulu”
God
bless.
By : Kristian Telaumbanua