Istilah Kepo tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Kepo adalah salah satu singkatan gaul. Kepo merupakan kepanjangan dari Knowing Every Particular Object. Biasanya, kata ini ditujukan pada seseorang yang serba ingin tahu sampai sedetail - detailnya masalah atau pembicaraan orang lain. Biasanya kepo memiliki nilai negatif karena sebenarnya orang yang kepo tidak perlu tahu hal tersebut.
Di dalam Yohanes 21 : 15 - 19 diceritakan
"suatu kali ketika sedang sarapan, Yesus berbicara dengan Petrus. Yesus memberitahu hal yang akan terjadi di akhir hidup Petrus. Namun ternyata Petrus terkecoh untuk menanyakan nasib Yohanes. Pasalnya, mereka sama-sama murid yang cukup dekat dengan Yesus. Sambil menunjuk Yohanes, Petrus bertanya, “Apakah yang akan terjadi dengan dia ini?” Lantas Yesus menimpali Petrus, “Itu bukan urusanmu" (Yohanes 21 : 22). Selanjutnya Yesus berpesan supaya Petrus mengikut Yesus, yang artinya bahwa sebaiknya ia fokus kepada panggilannya sendiri. Bisa saja keingintahuan Petrus bertujuan untuk membandingkan dirinya dengan Yohanes. Seringkali kita pun bersikap seperti Petrus. Kita memiliki rasa ingin tahu yang tinggi mengenai hidup orang lain, bahkan masalah dan aib mereka. Jawaban Yesus kepada Petrus cukup memberi penjelasan kepada kita bahwa hal tersebut tidaklah baik dan tidak patut kita lakukan. Dengan mencampuri urusan orang lain, hal itu hanya akan membawa kita pada perkara negatif, seperti iri hati, tidak fokus kepada tanggung jawab kita."
Pada akhirnya, di salah satu suratnya, Petrus memberi nasihat perihal ini. Ia berpesan agar jangan seorang pun menderita karena ia pembunuh, atau pencuri, atau penjahat, atau karena mencampuri urusan orang lain (1 Petrus 4:15 versi AYT). Ayat ini menegaskan, jika kita menderita, jangan sampai itu terjadi karena kita mencampuri urusan orang lain tanpa alasan yang jelas. Sudahkah kita sibuk dengan hal-hal yang Tuhan percayakan pada kita, seperti keluarga, pekerjaan, tanggung jawab kita, atau hal-hal yang lebih bermanfaat?
Fokuslah kepada hal-hal yang menjadi urusan dan tanggung jawab kita dan jangan terlibat dalam pembicaraan yang merupakan urusan orang lain.
Tuhan Yesus Memberkati ...
By : Serli Magdalena