Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

Salah Fokus, Menutupi BERKAT!

Interpretasi Hulu - 19 April 2022
Total Dilihat : 73
Bagikan :

Apa pernah kita tidak bisa bersungut - sungut saat sudah diberkati? Apa pernah kita tidak puas dengan berkat yang sudah kita terima? Mungkin saat kita diberi pertanyaan ini jawaban kita adalah TIDAK.

Tetapi sebelum menjawab, saya mau kita membaca sebuah cerita:

Perumpamaan orang-orang upahan di kebun anggur – Matius 20:1-16

Perumpamaan ini menceritakan tentang seorang tuan yang pagi-pagi mencari pekerja untuk kebun anggurnya. Setelah ia menemukan pekerja-pekerja, mereka sepakat dengan upah satu dinar sehari. Pukul sembilan pagi, sang tuan menemukan orang-orang yang menganggur yang lain, lalu sang tuan menyuruh mereka bekerja di kebunnya dengan upah yang sang tuan anggap pantas. Kira-kira pukul dua belas dan tiga petang dan lima petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.

Malam harinya, ketika para pekerja hendak pulang, sang tuan membayar masing-masing dari mereka satu dinar. Para pekerja yang datang lebih pagi bersungut-sungut kepada tuannya, karena mereka mengira akan mendapat lebih banyak uang. Tetapi tuan tersebut menjawab bahwa ia bebas mempergunakan miliknya, termasuk menunjukkan kemurahan hatinya untuk orang yang masuk terakhir, dan ia mengingatkan mereka untuk tidak iri hati.

 

Setelah membaca perumpamaan diatas, mari kita renungkan lagi apakah kita pernah merasa tidak adil saat orang lain lebih diberkati padahal kita melihat dia tidak dekat dengan Tuhan? Pernahkah kita merasa tidak adil saat orang dengan usaha yang sedikit bisa begitu diberkati? Saat kita merasa seperti itu kita lupa bahwa memberkati manusia bukan urusan kita, tapi urusan Tuhan. Mengapa kita repot – repot mengatur siapa yang pantas diberkati atau tidak diberkati? Bukankah Tuhan akan memberkati kepada siapa Dia mau memberkati?. Saat kita fokus pada apa yang tidak kita miliki kita jadi mudah mengeluh. Tapi saat kita fokus pada kebaikan Tuhan maka kita bisa bersyukur. Mungkin kita belum bisa mengubah keadaan tapi kita bisa MENGUBAH SIKAP HATI kita. Mari kita merasa bersyukur saat melihat berkat Tuhan dalam hidup kita dan juga ikut bersukacita saat Tuhan memberkati orang lain juga.

Biarkan kita melakukan begian kita dan Tuhan akan melakukan bagian – Nya.

Tuhan memberkati.


By : Lo Rika Rosandy


Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait