Saya memiliki beberapa sahabat.
Kami sering berbagi hingga hal-hal pribadi. Uniknya, ada sahabat yang memiliki
sifat, kebiasaan lain nya yang kontras dengan saya. Tapi kami
tetap bersahabat erat karena kesamaan tujuan hidup. Kami memiliki hasrat kuat
untuk saling memahami, menghargai, menerima, memperhatikan, dan menolong.
Melalui hubungan ini, kami belajar bertumbuh di dalam kasih.
"Yonatan mengikat perjanjian dengan Daud, karena ia mengasihi dia
seperti dirinya sendiri."
1 Samuel
18:3
Tidak seorang pun dapat menjalani hidup di dunia ini sendirian, melainkan
selalu membutuhkan orang lain, terlebih yang bisa menjadi tempat berbagi rasa
di segala situasi (suka dan duka); dan orang yang bisa berbagi rasa
di segala situasi bukanlah teman biasa, tapi adalah sahabat. Semua orang
mengakui bahwa untuk memiliki banyak teman itu bukanlah perkara sulit, tapi
untuk memiliki seorang sahabat saja tak semudah membalikkan telapak tangan.
"Menjadi
seorang teman adalah mudah, tapi persahabatan adalah buah yang lama
berbuah." (Aristoteles).
Kehadiran seorang sahabat dalam hidup saya seperti
lilin kecil di tengah kegelapan, ibarat mercusuar di tengah lautan lepas.
Bersyukurlah jika di zaman yang seperti ini kita masih memiliki seorang
sahabat. Hubungan antara Yonatan dan Daud adalah contoh ideal
persahabatan sejati antara dua orang yang saling mengasihi satu sama lain.
"...berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan
Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri."
Bukti kasih dan kesetiaan Yonatan terhadap Daud adalah ketika raja Saul (ayahnya) mencoba untuk membunuh Daud, ia tetap berpihak kepada yang benar dan tetap mengasihi Daud, walaupun tindakannya ini mengandung resiko harus kehilangan hak atas tahtanya yang semestinya menjadi haknya kelak. Inilah ciri utama seorang sahabat sejati yaitu rela berkorban. Persahabatan dan kesetiaan Yonatan kepada Daud justru semakin menunjang dan memberi peluang bagi Daud untuk memperoleh tahta kerajaan yang seharusnya akan jatuh pada Yonatan.
Kehadiran seorang sahabat dalam hidup saya seperti lilin kecil di tengah
kegelapan, ibarat mercusuar di tengah lautan lepas. Bersyukurlah jika di
zaman yang seperti ini kita masih memiliki seorang sahabat. Hubungan
antara Yonatan dan Daud adalah contoh ideal persahabatan sejati antara dua
orang yang saling mengasihi satu sama lain. Tuhan Yesus Memberkati, Amin!!!
By : Karis Larosa