Apakah pernah terlintas oleh kita bahwa pertempuran dan peperangan tidak terjadi hanya antara negara-negara seperti yang terjadi antara Rusia dan Ukraina saat ini ? Tetapi di dalam diri kita, di sepanjang hidup kita, akan terus ada yang namanya peperangan.
Ada yang berpendapat. “ Saya orang Kristen, ga suka yang namanya bertempur, coz I am a lover not a fighter “ Kepada siapapun yang berpendapat demikian, sepertinya Aktor veteran Keanu Reeves tidak setuju pada anda
1.Defense -> bertahan dari serangan bangsa lain, bicara tentang sustainability dan resilience
2.Offense -> menyerang dan memperluas wilayah, bicara tentang opportunity
Bukankah hal-hal ini yang kita hadapi sepanjang hidup? Kita harus bertahan hidup dan harus berjuang meraih kesempatan demi kesempatan yang ada?Pertanyaan berikutnya adalah Apakah kita memenuhi syarat untuk ikut bertempur??
1 Samuel 17:
32 Berkatalah Daud kepada Saul: “Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena Dia; hambamu ini kan pergi melawan orang Filistin itu.”
33 Tetapi Saul berkata kepada Daud: “Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telang menjadi prajurit.”
Ayat di atas adalah momen ketika raja Saul mempertanyakan requirements (Persyaratan) Daud untuk bisa ikut berperang melawan Goliat, apakah Daud memenuhi syarat ? Alkitab mencatat Daud sangat memenuhi syarat, bahkan terbukti Ia menjadi juara dari pertempuran ini. Apa saja sih persyaratan agar kita bisa memenangkan setiap pertempuran dalam hidup kita ? Here are the Requirements for battle :
BE HUMBLE
“ A humble man is not afraid of failure, in fact, he is not afraid of anything, even himself, since perfect humility implies perfect confidence in the power of God “
- Thomas Merton -
Tuhan tidak pernah memakai orang yang congkak melainkan orang yang rendah hati, banyak sekali contohnya, katakanlah Daud. Daud orang yang sangat rendah hati, sekalipun di dalam keluarganya ia seakan di remehkan dan tidak di anggap.
Daud tidak pernah mau membunuh Saul sekalipun ada kesempatan,
Daud tidak pernah menyatakan diri sebagai raja selama Saul masih hidup meskipun ia telah diurapi sebagai raja oleh Samuel,
Daud merendahkan dirinya di hadapan Tuhan dengan menari nari dan kemudian karena itu dianggap rendah oleh istrinya, banyak contoh lain sehingga Alkitab mencatat bahwa Daud adalah orang yang berkenan di hadapan-Nya
Yakobus 4:
6 Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: “ Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati
10 Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan engkau
BE WILLING TO LEARN
1 Korintus 1:
27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat
Apakah ayat di atas artinya lebih baik kita jadi bodoh? tentu saja tidak! Bodoh bagi dunia itu begini : Jika ditampar pipi kiri kasih pipi kanan, jika diminta berjalan 1 mil berjalanlah 2 mil. Firman Tuhan ini dianggap “Bodoh” oleh dunia sehingga kita yang mempercayainya juga akan dianggap bodoh, apakah artinya kita benar benar bodoh? pastilah tidak demikian.
Tuhan memang bisa pakai orang yang benar benar bodoh, bahkan keledaipun Tuhan bisa pakai tetapi ingat Tuhan tidak akan pernah memakai orang yang malas atau tidak mau belajar.
“ If you are not willing to learn no one can help you.
If you are determine to learn no one can stop you “
- Zig Ziglar -
Jika kamu tidak mau belajar, maka tidak ada yang bisa menolongmu. Tetapi jika kamu punya determinasi yang kuat untuk belajar, maka tidak akan ada pula yang dapat menghentikanmu.
Provebs (NLT)
9:9 Instruct the wise, and they will be even wiser, teach the righteous, and they will learn even more
18:15 Intelligent people are always ready to learn. Their ears are open for knowledge
Karena itu, orang dalam tahanan bisa belajar, orang yang punya penyakit kronis dan menunggu mati bisa belajar, anak kecil sampai orang tua bisa belajar kalau memang mau dan punya determinasi untuk belajar.
Requirements for Battle itu termasuk willingness to learn, to work, to act.
BE EXCELLENT
Salah satu dari sepuluh visi IFGF adalah House of Excellence : To build individuals, leaders, and church that excellent. Sederhananya Excellent itu artinya Terbaik.
Excellence is doing ordinary things extraordinary well
- John William Gardner -
Melakukan hal biasa dengan cara luar biasa baik, seperti ada tertulis :
Kolose 3
23 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia
Dengan kata lain perbuatlah apapun juga dengan excellent
CONCLUSION
1 Samuel 17:
34 Tetapi Daud berkata kepada Saul: “ Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya,
35 maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya, Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya.
36 Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah saru dari binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup
Daud adalah contoh seorang yang memenuhi syarat untuk berperang, Ia rendah hati, Mau terus belajar dan juga melakukan segala sesuatu dengan terbaik. Masih banyak contoh lainnya di dalam Alkitab, katakanlah Yusuf, Daniel, Musa dan lainnya, kesamaan dari semuanya adalah mereka mau memenuhi semua persyaratan di atas, agar bisa Tuhan pakai dengan cara yang luar biasa. Jadi agar saudara dan saya bisa Tuhan pakai, let's meet the requirements : Be Humble, Be Willing to learn and Be Excellent
Tuhan tidak pernah memakai orang yang congkak melainkan orang yang rendah hati, banyak sekali contohnya, katakanlah Daud. Daud orang yang sangat rendah hati, sekalipun di dalam keluarganya ia seakan di remehkan dan tidak di anggap.
Daud tidak pernah mau membunuh Saul sekalipun ada kesempatan,
Daud tidak pernah menyatakan diri sebagai raja selama Saul masih hidup meskipun ia telah diurapi sebagai raja oleh Samuel,
Daud merendahkan dirinya di hadapan Tuhan dengan menari nari dan kemudian karena itu dianggap rendah oleh istrinya, banyak contoh lain sehingga Alkitab mencatat bahwa Daud adalah orang yang berkenan di hadapan-Nya
Yakobus 4:
6 Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: “ Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati
10 Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan engkau
By : Yap Hok Gi