Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan.
Timotius mengajar kita untuk menghindari omongan kosong dan tak suci, sebab dengan banyak berbicara mengenai hal yang sia-sia hati kita semakin tenggelam dalam kefasikan sebagaimana perkataan-perkataan yang manis hanyalah bualan saja dan tidak setulus yang keluar dalam hati, semakin banyak omongan yang sia-sia semakin banyak terdapat pelangaran dan kesalahan yang terjadi yang kita perbuat.
Bibir yang biasa kita gunakan hendaknya tidak kita gunakan sembarangan untuk mengeluarkan kata yang sia-sia yang tidak berguna karena aka ada saat nya setiap perkataan kita akan kita pertanggung jawabkan di hadapan Allah, dalam Matius 12:36-37 “ setiap kata yang sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.karena menurut ucapapnmu engkau akan dibenarkan,dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum”.
Sebagai orang Kristen tentunya kita mengerti akan firman Tuhan, Rasul Paulus mengatakan bahwa tugas utama orang percaya adalah memberitakan kebenaran. Karena kita adalah pemberita kebenaran maka kita pun tidak boleh main-main dengan kekristenan kita saat ini. bukan sebaliknya malah menjadi batu sandungan bagi orang lain; sering terjadi pertengkaran, percekcokan, perselisihan, fitnah, gosip dan saling menjatuhkan satu sama lain. Orang percaya harus memiliki sifat Ilahi, yaitu hidup yang mencerminkan Kristus.
1 yohanes 2:6 "Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.
Saat ini kita belajar supaya perkataan yang keluar dari mulut kita adalah perkataan yang menyejukkan , menyenangkan, penuh kasih, memberikan kekuatan bagi orang lain dan biarlah Roh Kudus yang senantiasa memberikan hikmat dan menuntun kita untuk mengucapkan perkataan yang sesuai dengan firman Tuhan supaya tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain dan menjadi saksi kristus dimanapun kita berada.
Kolose 4:6 “hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih,jangan hambar,sehingga kamu tahu,bagaimana harus memberi jawab kepada tiap orang
Tuhan memberkati
By : Yuliana Farasi