Mazmur 62:1-13
Mazmur 62 mengungkapkan sebuah kebenaran mendasar yang didalamnya setiap orang
percaya harus hidup di dalam hadirat Tuhan. mazmur
ini adalah renungan Daud berdasarkan
pengalaman pribadinya, sewaktu ia menjadi seorang gembala domba sampai menjadi raja yang berkuasa, proses kehidupan Daud
tidaklah mudah ia mengalami tantangan dan kesukaran, ia tetap percaya serta bergantung
kepada Allah sebagai sumber pertolongannya sehingga hidupnya tetap merasakan ketenangan. Demikan juga kita menjalankan
kehidupan tentunya kesulitan, kesukaran, tantangan pasti akan kita jalani selama kita masih hidup di
dunia ini. Namun kita tidak akan mampu menjalankan nya dengan kekuatan sendiri ,
kita harus berbalik kepada Allah sebagai
perlindungan kita.
Ayat 1-3 : Allah keselamatan kita
Untuk pemimpin biduan menurut: Yedutun. Mazmur Daud.
Hanya dekat Allah saja aku tenang dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dia-lah
gunung batu dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.
Mengungkapkan
bahwa kepercayaan dan keyakinannya
kepada Allah yang dapat menjadi gunung batu keselamatanku kita, kita tidak akan
ada apa apanya tanpa Allah
ayat
6-9 : Allah Pengharapan kita
Hanya
pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah Harapanku. Hanya
Dia-lah gunung batu Ku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.
Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku, gunung batu kekuatanku, tempat
perlindunganku ialah Allah. Percayalah kepadanya setiap waktu, hai umat,
curahkanlah isi hatimu dihadapanNya; Allah ialah tempat perlindungan kita
kunci
kedamaian dalan hidup ,satu-satunya hanya kembali kepada Tuhan, menanti dan
kepadanyalah ada pengharapan. penyerahan
diri dengan penuh kerendahan hati, berharap akan kepastian keselamatan yang
diberikan Tuhan. kita terus belajar untuk semakin bergantung kepada Tuhan
Yesus, karena hanya DIA-lah satu-satunya harapan kita, saat kita berharap
kepada-Nya pastinya Allah akan menolong
kita dan melindungi kita.
Ayat 10-13
: Allah kekuatan Kita
Hanya angin saja orang orang yang hina, suatu dusta
saja orang orang yang mulia. Pada neraca mereka naik ke atas, mereka sekalian
lebih ringan daripada angin. Jangan percaya kepada pemerasan, jangan menaruh
harap yang sia sia kepada Perampasan; apabila harta makin bertambah janganlah
hatimu melekat padanya. Satu kali Allah berfirman dua hal yang aku dengar bahwa
kuasa dari Allah asalnya, dan daripada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab
Engkau membalas setiap orang yang menaruh perbuatannya.
Kita tidak boleh salah dalam menerapkan keyakinan kita, kalau salah maka hidup tidak pernah mendapat ketenangan, jangan mempercayai hidup kita kepada manusia,
jangan bersandar kepada harta benda yang kita miliki. Kita harus menjadikan Nya sebagai sumber keyakinan, kekuatan karena kuasa dari Allah asalnya, daripada-Nyalah
kasih setia, Tuhanlah yang membalas setiap orang menurut perbuatannya, akan
menghakimi dengan kebenaran dan keadilan. tinggal
di dalam hadirat Tuhan pasti akan mengalami ketenangan dalam hidup. Untuk bisa
tinggal dalam hadirat Tuhan, senantiasa membangun hubungan dengan Tuhan. hidup
dalam kebenaran, tidak meninggalkan persekutuan, sehingga ketenangan dari Tuhan
mengalir dalam hidup kita. Tuhan
memberkati.
By : Yuliana Farasi