Dalam 1
Raja-raja 17:7-24 menceritakan
kisah seorang janda di sarfat yang bertemu dengan Nabi Elia atas perintah
Allah,disini kita bisa melihat bahwa sebenarnya Janda
di sarfat ini bukan seorang pilihan yang
dipakai oleh Allah seperti tokoh Alkitab
lainnya, bahkan dia juga tidak istimewa dan juga bukan orang Israel. Ia berasal dari Sidon, pusat
pemujaan dewa Baal yang dikenal juga sebagai tempat asal ratu Izebel, istri
Ahad. Sebelum bertemu Nabi Elia, janda di sarfat ini ada dalam keadaan yang sukar,
hampir putus asa dan menyerah atas
kehidupannya saat itu seakan tidak ada lagi pertolongan dan harapan.
Tetapi semua itu berubah ketika perjumpaannya dengan Nabi Elia dan itu menjadi titik pemulihan hidupnya. Allah memakai janda di sarfat ini bukan
dalam kondisi kehidupannya yang baik, tetapi justru dalam keadaan terburuk namun
ia tetap bersedia.
Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari melalui peristiwa diatas yang
dapat menguatkan iman kita sebagai orang percaya:
1.
Setiap orang mempunyai persoalan hidupnya masing-masing (ayat 12)
Setiap manusia di dunia ini dan termasuk kita juga mengalami persoalan hidup meskipun
persoalan kita masing-masing itu berbeda-beda. yang harus kita pahami bahwa Allah mempunyai
rencana atas setiap persoalan yang terjadi dalam hidup kita,untuk itu kita tidak perlu
membandingkan kehidupan kita dengan orang lain bagian kita adalah menjaga hidup
dan hubungan kita dengan Allah serta mau bersedia untuk
di bimbing, dibentuk oleh Allah lewat persoalan tersebut seperti nabi
Elia yang mengikuti perintah Tuhan
begitu dengan janda di sarfat yang mau mengikuti perintah Nabi Elia.yang dimana
mujizat itu terjadi
2.
Allah bekerja dari Apa yang ada pada kita (ayat 13)
Janda di sarfat hanya memiliki segenggam tepung dan
sedikit minyak hanya itu yang dimiliknya namun dengan disertai ketaatan ia
menerima mujizat dari Allah dan
mengubah hidupnya, terkadang sebagai manusia kita juga selalu memikirkan hal yang terlalu
besar ,mencari bahkan terlalu berharap dengan apa yang tidak ada pada kita , selalu
melihat keterbatasan yang dimiliki , namun sering mengabaikan hal yang sederhana, sesuatu hal yang kecil yang kita punya ,mungkin terkadang tidak dianggap sekalipun , namun Allah
menghargainya dan justru Allah menyatakan rencana-Nya dan mengubah hidup kita,
asalkan kita setia mengerjakannya contohnya kisah TALENTA dalam Alkitab,yang melakukan dengan
setia akan dilipat gandakan.
3.
Memiliki sikap Murahan Hati (ayat 15-16)
Allah memilih janda di sarfat meskipun namanya juga tidak ada ditulis, tetapi karena ia memiliki sikap murah hati , ia mau memberi meskipun dengan keterbatasan dan saat keadaan
yang sulit dalam hidupnya untuk itulah Allah
memakai dia . Saat ini adalah masa yang sukar ,masa-masa yang sulit kita banyak
menemukan Diluar sana banyak orang yang
membutuhkan pertolongan bahkan kita sendiri terkadang juga memerlukan
pertolongan. berbicara soal memberi bukan hanya berbentuk benda namun memberi
dalam hal dukungan ,perhatian,doa,dorongan.
Allah tidak hanya mencukupi kebutuhan perempuan janda di
sarfat namun Allah juga menghidupkan kembali anaknya yang meninggal karna sakit
keras (ayat 22-24). hal ini membuat imanya dibangkitkan kembali dan percaya kepada Tuhan. Intinya ibu bertemu
dengan orang yang tepat dengan campur tangan Allah yang membuat dia mengalami
pemulihan dan diberkati.
Begitu juga dengan setiap kita Allah izinkan sesuatu
terjadi dalam hidup ini yang kadang menurut kita itu tidak baik namun dibalik semuanya itu Ia mempunyai rencana yang indah dalam kehidupan
kita, dan Allah juga mau kita masuk dalam babak kehidupan yang
baru. Untuk itu yang dapat kita
lakukan sekarang adalah BERSERAH
kepada-Nya apapun keadaan kita saat ini seperti yang tertulis dalam Mazmur
37:5 “ Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN
dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak”
Untuk itu Tetap percaya bahwa Allah akan bertindak
dan pemeliharaan-Nya sempurna karena di dalam Yesus kita lebih dari pemenang.
Amin!!!
By : Yuliana Farasi